IMG_20190628_105244-700x400

10 Hari Warganya Tergolek Lemah di RSUD, Wabup Irwan Minta Perawatan Intensif

Wotu, Luwu Timur, Radar Investigasi- Seorang pasien di RSUD I Lagaligo kecamatan Wotu, yang telah dirawat selama sepuluh hari, sejak tiga hari belakangan ini kondisinya semakin parah akibat tidak dapat lagi mengkomsumsi makan yang diakibatkan sakit pada tenggorokannya serta susah untuk membuka mulutnya. Jumat 28-06-2019

Diketahui, Arsyad (63) warga Hombes Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, yang bekerja sebagai pekerja bangunan (drainase) ini sejak tanggal 19 Juni kemarin dirawat di RSUD I Lagaligo Wotu. Namun hingga saat ini, menurut keterangan anak pasien IK diduga jika pihak RSUD belum memberikan perawatan yang serius.

Bagaimana tidak, lelaki dengan 4 orang anak yang tergolong keluarga kurang mampu itu sejak tiga hari yang lalu kondisinya semakin memburuk, hingga kondisi fisiknya menjadi sangat lemah dikarenakan kurangnya asupan makanan ketubuhnya akibat susahnya menelan makanan.

Seperti diketahui melalui anaknya, Arsyad mula-mula pada tanggal 14 Juni 2019, atau dua hari sebelum lebaran lelaki paruh baya tersebut merasakan sakit pada bagian punggung hingga pinggang bagian belakang, karena tidak tahan dengan rasa sakitnya kemudian dengan inisiatif sendiri, Arsyad akhirnya pergi ke Puskesmas Malili dengan tujuan mengetahui dan mengobati sakitnya. Namun waktu itu, pihak puskesmas hanya mengatakan kalau dirinya hanya kecapean.

Tapi sakit yang dirasakan Arsyad semakin hari kian terasa, sampai-sampai anak lelakinya beberapa kali mengantar untuk melakukan pengobatan namun tidak dapat mengurangi rasa sakit yang diderita.

Hingga pada tanggal 19 Juni, barulah lelaki paruh baya tersebut dibawa ke RSUD I Lagaligo setelah mendapat rujukan dari Puskesmas Malili.

Namun semenjak mendapatkan perawatan di RSUD, kondisi Arsyad belum membaik, namun menurut IK anaknya, kondisinya semakin memburuk karena kondisi awal masuknya, dokter RSUD saat memeriksa kondisi kesehatan menduga kalau pasien menderita gejala DBD dan penyumbatan paru-paru.

Lima hari berselang, datang dokter memeriksa semua bagian tubuh pasien, barulah si anak tahu kalau ayahnya mengidap tumor serta pembengkakan dijantung.

“Saya melihat ada benjolan ditelinga dan leher bapakku, tapi saya tidak mau bilang, nanti saat dokter selesai periksa semua barulah saya datangi ruangannya dan menanyakan tentang benjolan tersebut. dan disitulah saya tahu kalau bapak saya mengidap tumor, inveksi paru-paru, dan pembengkakan jantung.” Ungkap IK

Namun saat dikonfirmasi Via Pesan WhatsApp nya, belum ada jawaban dari dr.Benny selaku direktur RSUD I Lagaligo tentang penyakit yang diderita pasien RS tersebut.

Sementara itu, Wabup Irwan disela-sela padatnya kegiatan dinasnya, menyempatkan diri menjenguk pasien pada siang hari tadi dan berpesan agar pasien tersebut diberikan pelayanan yang intensif. serta meminta agar keluarga senantiasa mendoakan agar beliau segera dipulihkan dari sakitnya.

Dikonfirmasi terkait kondisi pasien yang dijenguk, Wabup Irwan membenarkan kalau memang dalam tiga hari ini kondisi Arsyad sudah agak parah karena tidak makan, dan mengarahkan pihak Rumah Sakit untuk segera memberikan penangan intensif kepada pasien tersebut.

“Setelah saya jenguk kemarin, memang kondisinya sudah agak lemah, 3 hari belum makan karena pak Arsyad tidak mau dipasangi infus, namun saya sudah arahkan Dokter untuk menangani secara intensif.”ucap Wabup Irwan.

Disamping itu, Aktivis pemerhati kemanusiaan (Kompak) atau Komunitas Pakkampong, Taufik/Latopi Topi merasa prihatin atas apa yang diderita keluarga Arsyad, dirinya juga meminta agar pihak Rumah Sakit memberikan perhatian dan perawatan yang intensif kepada Arsyad yang tergolong sebagai warga kurang mampu yang mesti mendapatkan perhatian.

“Kami mohon kiranya pihak Rumah Sakit memperhatikan dan memberikan perawatan intensif kepada keluarga kurang mampu tersebut.”ucap Taufik

Dan dengan itu, dirinya berharap ada masyarakat yang tergerak hatinya untuk memberikan donasi kepada pasien kurang mampu tersebut sebagai bantuan kemanusiaan bagi yang membutuhkan. (Ali)