Balikpapan, radarinvestigasi.com — Dalam rangka menindaklanjuti Nota Kesepahaman No: 36/XII/NK/2017 dan No Kerma/45/XII/2017 tentang perluasan mutu layanan pendidikan dan kebudayaan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Aster Kasad melaksanakan bimbingan teknis penguatan kompetensi dalam proses pembelajaran kepada TNI AD pada satuan pendidikan daerah Terluar, Tertinggal dan Terdepan (3T), Senin, 11/3/2019.

Dalam acara tersebut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Dr. Supriano, M.Ed, menjadi Inspektur Upacara (Irup) Pada Upacara Pembukaan Bimbingan Teknis Satgas Pamtas Yonif Raider 600/Mdg

Upacara tersebut dihadiri oleh Aster Kasad Mayjen TNI Agus Bakti, Kasdam VI/Mlw Brigjen TNI Richard Tampubolon, Staf Khusus Kasad, Asisten dan Kabalakdam VI/Mlw, Para Kasi Korem 091/Asn dan jajaran Kodim wilayah Kaltim dan Kaltara, Komisi IV DPRD Bidang Pendidikan Balikpapan, Kadis pendidikan Balikpapan, Ka LPMP Kaltim dan Kaltara, para pejabat eselon kemendikbud dan undangan lainnya.

Bimbingan teknis ini dilaksanakan selama 4 hari, dari tanggal 11-14 Maret 2019 di Aula Yonif Raider 600/Mdg, Manggar, Balikpapan Timur, Kota Balikpapan.

Selain itu, bimbingan teknis ini merupakan pelaksanaan dan perjanjian kerjasama pada tanggal 27 Februari 2019 antara Direktur Jenderal GTK dengan Asisten teritorial KASAD tentang penguatan kompetensi dalam proses pembelajaran di kelas kepada personel TNI AD pada satuan pendidikan di daerah 3T, untuk memenuhi kebutuhan guru di daerah perbatasan.

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan, Dr. Supriono, M.Ed ditemui selepas acara pembukaan bimbingan teknis mengungkapkan bahwa TNI sudah memasuki dunia pendidikan, selain melaksanakan tugas utamanya menjaga kedaulatan NKRI.

“Memang sebenarnya, selama ini TNI sudah masuk ke pendidikan secara otomatis, karena memang memiliki tugas untuk mendidik,” ujarnya

Lebih lanjut Supriono, mengungkapkan bahwa tugas pendidik itu perlu diberikan pembekalan untuk menjadi tenaga pendidik yang memiliki kompetensi yang baik menjadi garda terdepan jika daerah perbatasan tersebut kekurangan guru.

“Secara khusus, perjanjian kerjasama ini bukan untuk menjadikan tentara beralih fungsi sebagai guru, namun untuk memberikan bekal kepada prajurit TNI AD yang bertugas di daerah perbatasan dan sewaktu-waktu bisa membatu pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat yang sekolahnya kekurangan guru, disamping melaksanakan tugas utama menjaga kedaulatan NKRI.” jelasnya

“Nantinya, TNI AD ini akan berada di daerah penugasan Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan selama 9 bulan.” tambahnya

Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi bersamaan, yakni di Batalyon Infanteri Raider 600/Mdg Balikpapan dan Batalyon Infanteri Raider 303/SSM Kostrad dengan jumlah peserta masing-masing lokasi 450 orang, dengan total peserta sebanyak 900 orang prajurit TNI AD.

Para personil TNI AD akan dibekali 5 kemampuan yaitu penguatan pendidikan karakter, bela negara, baca tulis hitung, kecakapan hidup dan keterampilan.

Materi-materi tersebut akan dibimbing dan dilatih oleh widyaiswara dan dosen-dosen yang berpengalaman dan terlatih dibidangnya dengan pola 40 jam selama 4 hari.

Setelah bimbingan teknis, para peserta akan di tempatkan di Kabupaten Nunukan dan Malinau, sesuai dengan tugas penjagaan perbatasan dari Yonif Raider 600/Mdg Balikpapan dan Yonif Raider 303/SSM Kostrad yang berada di Cikajang Garut.

Terpisah Aster kasad Mayjen TNI Agus Bakti menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan upaya bersama untuk mencerdaskan dan melindungi bangsa ini.

“Disatu sisi sangat bermaanfaat meningkatkan kualitas dan SDM bagi prajurit yang mendapatkan bimbingan,” ujarnya (Fzi)