IMG-20191207-WA0011-700x390

Ada Aroma Korupsi Bangunan Mesjid Pohea Komisi III DPRD Siapkan Tim Ahli

Kepsul, Radar Investigasi- Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) akan menyiapkan Tim ahli bangunan untuk menyelidiki pembangunan Proyek Mesjid Desa Pohea Kecamatan Utara senilai 4, 3 Milyar yang diduga ada aroma Korupsinya.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Kepsul Lasidi Leko saat gelar rapat dengar pendapat bersama masyarakat Desa Pohea diruang Komisi III DPRD Jumat (6/12/2019).

“Soal mesjid Desa Pohea saya bersama angota Komisi III sudah berdiskusi banyak hal. Dan saya hari ini, juga akan sampaikan ke anggota komisi III agar siapkan ahli bangunan untuk korescek jika itu memang ada kejanggalan. Maka kami dari Komisi III akan menindaklanjuti kepada pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegas Politsi Partai Bulan Bintang (PBB).

Selain itu juga kata Lasidi, kalau proyek pembangunan Mesjid Desa Pohea yang dibangun selama 4 tahap jika terindakasi korupsi maka komisi III DPRD Kepsul bersama-sama dengan masyarakat akan membuat laporan kepada pihak kepolisian.

“Kami juga minta dukungan dari masyarakat untuk sama sama kita mengawal permasalahan ini. kalau misalnya pembangunan Mesjid itu ada permainan oleh kontraktor dan Dinas PU maka kita lapor Polisi,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pembangunan mesjid Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara, yang dikerjakan selam 4 tahap. yaitu tahap pertama di tahun 2015 Rp. 500 juta, tahap kedua tahun 2016 Rp. 500 juta, tahap ketiga tahun 2017 Rp. 1 Milyar, tahap ketiga tahun 2018 Rp. 2 Milyar, sedangkan tahap keempat tahun 2019 senilai 300 juta.

Maka jumlah total anggaran keseluruah proyek pembangunan Mesjid Desa Pohea selama 4 tahap senilai 4,3 Milyar. Namun sampai sekerang pembangunan Mesjid belum juga selesai. (Rs)