AFU Sang Fighter Sejati

Opini :

Penulis : Warto Warman S, Sos
Pemuda Fagogoru Raja Ampat

Raja Ampat radarinvestigasi.com – Perlu dicatat, Petarung sejati bukan tidak pernah kalah dalam pertandingan, begitu juga dengan Bupati Raja Ampat saat ini, Bapak Abdul Faris Umlati SE atau akrab dipanggil AFU. Pernah kalah dalam bertarung sebagai Bupati dan juga pernah kalah beberapa kali dalam merebut posisi top leader di DPRD Kabupaten Raja Ampat. Tapi dia menganggap setiap kekalahan bukan pertandingan terakhir.

Setelah mempersiapkan diri secara optimal, baik fisik maupun mental, AFU terus mempersiapkan diri dengan baik untuk pertarungan selanjutnya.

AFU sangat percaya dengan potensi yang dia miliki, dan dia bukan pengecut yang menyerah pada keadaan. Oleh karena itu untuk menghadapi setiap pertarungan AFU telah matang dalam menentukan arena pertarungannya, Dalam hal apa ia bertarung serta dengan apa atau siapa ia bertarung. Ia senantiasa konsisten terhadap komitmen
yang dibangunnya sebelum ia bertarung.

Pertarungan sampai limit waktu yang ditentukan sudah menjadi suatu keniscayaan bagi AFU, maju dengan segenap kemampuan dan tidak mundur sampai usainya pertarungan, yang penting dari seorang AFU adalah ia tidak pernah menyerah dalam kondisi apapun. Ketika mendapati hambatan dalam pertarungannya ia selalu membenahi diri dan selalu berusaha tampil dengan optimal.

AFU sebagai seorang Fighter sejati tidak pernah menyesali apa yang sudah menjadi konsekuensi dari apa yang ia lakukan. Ia selalu menjadikan setiap kejadian menjadi pelajaran dan motivasi untuk menjadi yang lebih baik ke depannya.

AFU senantiasa berbenah diri menujuyang lebih baik, mengambil setiap pelajaran dari setiap kejadian yang dilalui, dan ia selalu berpikiran positif. Ia selalu menghadapi tantangan dengan penuh percaya diri dan dengan keyakinan bahwa setiap tantangan akan berakhir dan memperoleh hasil yang memuaskan bila tempuh dengan kesungguhan dan optimisme.

AFU layak sebagai politisi Petarung yang punya mentalitas pemenang sekaligus teguh dengan idealismenya, ia menganggap jabatan dan kuasa baginya hanyalah alat untuk merealisasikan gagasan- gagasan idealismenya.

AFU Sang Petarung mempunyai prinsip yang kuat pada urusan masyarakat dan Negara, baginya itu adalah harga mati.

“Siapa yang menanam pasti pasti dia juga yang akan menuai” peribahasa ini sangat ideal untuk disematkan kepada AFU Sang Fighter Sejati dalam menuju dua periode Kepimpinannya di Negri seribu Pulau tercinta.

Bersambung.