AHAI : Kalau Menuduh Tanpa Bukti Bisa Dilaporkan ke Polisi

Namlea, Radar IT – Arnis Kapitan alias Ahai, kontrak yang mengerjakan Mega proyek MTQ yang senilai hampir 10 milyar ini mempersoalkan tuduhan atas dirinya yang di indikasi ada dugaan korupsi pada proyek yang dikerjakannya tersebut, Rabu (12/6/2019)

Menurut Anis yang akrab disapa Ahai ini, tuduhan tanpa bukti dapat memcemarkan nama baik

“Kalau menuduh tanpa bukti, bisa dilaporkan ke polisi, ini menyakut pencemaran nama baik, kata Ahai kemarin, Selasa,12/06/2019 saat diwawancara Radar IT.

Ahai membenarkan pergerakan aksi yang menimpah dirinya oleh gerakan cipayung mahasiswa, yang menyebutkan bahwa proyek MTQ terindikasi korupsi dimana dalam draf harus mengunakan rumput Italia atau Jerman, namun, dalam pengelolaannya hanya menggunakan rumput kuda

Terkait itu, Ahai membenarkan penggunaan rumput kuda tersebut

“Yang kami pesan adalah rumput kuda, karena rumput Jepan atau Italia itu sangat mahal di daerah jawa bekisar miliaran,” ucap Ahai.

Ahai menambahkan lagi bahwa, pekerjaan yang ada saat ini adalah kelanjutan dari tahap ke 3. Dan tahap ke 3 ini diluar dari nilai anggaran 9 miliar yang terpajang.

Pekerjaan tahap ke 3 ini lanjutnya, masih mengunakan anggaran perusahan kurang lebih 1 miliar yang sudah disepakati oleh pihak daerah dalam hal ini (Pimpro PU). Dalam pekerjaan tahap ke 3 ini, daerah juga masih punya utang sama perusahan dan akan dibayar tahun 2020, imbuhnya

Pekerjaan alun-alun kota ini masih berjalan sampai pada tahap ke 5, jika pekerjaan ini selesai maka nilai anggaran yang di taksir sekitar 50 miliar Dan itupun semua angaran belum di selesaikan dalam hal ini, pemerintah daerah masih ngutang ke kami, pungkas Ahai ko AHAY menutup wawancaranya.

Laporan: Fer.