Kepsul, Radar IT – Pasca Laporan Polisi hari Kamis, 29 Mei 2019 di Kepolisian Resor Sula dengan No. Laporan STPL/471/V/2019/SPKT. Presedium Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi Indonesia (AMPDI) hari ini menggelar Konpresi Pers di sanana Kabupaten Kepulaun Sula, Selasa (4/6/2019).

Dalam keterangan Persnya, Rahman Latuconsina, SH membeberkan ia telah resmi melaporkan dugaan Bakal Anggota DPRD Taliabu yang terindikasi menggunakan ijazah palsu sembari memperlihatkan bukti lapor yang dilarsir nama terduga untuk menjunjung tinggi asas hukum praduga tidak bersalah.

“Kami sampaikan bahwa terlapor ada empat orang, yakni bakal Anggota DPRD Taliabu bernama “H, MM, NM dan AY” ungkap Rahman.

Terkait ditanya ke 4 orang tersebut dari Partai mana, Presedium AMPDI menolak dengan alasan untuk menjaga kemurnian investigasi ini.

AMPDI berkeyakinan bahwa terlapor patut diduga melanggar berbagai kententuan dan Peraturan Pidana, yakni UU no. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sytem Pendidikan Nasional dan Pasal 263 KUHP.

“Secara resmi Kami nanti akan membeberkan terkait motif serta modus operandi penggunaan ijazah palsu ini ke Penyidik Kepolisian saat pemeriksaan Pelapor nanti, imbuh Rahman.

Terkait adanya Komentar miring, agitasi serta ujaran yang tidak patut sampai kepada tekanan yang dialamatkan kepadanya Rahman mengatakan

“Sejak awal memang luar biasa agitasi dan tekanan yang dialamatkan kepada Kami, sampai tekanan yang langsung datang ke Sekretariat Kami, kami ada bukti record dan saksi, hal ini akan kami sampaikan ke penyidik dan semoga ini akan menjadi bagian atau dinamika yang menyemangati Kami” ujar Rahman.

Konpresi Pers berjalan cukup hangat walau singkat, di akhir kata pria lulusan Hukum Universitas Islam Jakarta ini mengatakan, “Insha Allah kebenaran akan muncul dipermukaan, karena sejatinya Kebenaran bisa saja ditutupi namun tidak bisa dikalahkan Bismillah,” Tutupnya. (RIS)