PhotoPictureResizer_190415_212124892-700x400

Anggaran Perawatan Jalan Wilayah I UPTD PUPR Kaltim di Tiga Kabupaten Hanya 20 Miliar

Balikpapan, radarinvestigasi.com -Anggaran untuk perbaikan jalan di UPTD wilayah 1 Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kaltim tahun anggaran 2019 mencapai 20 Miliar, anggaran tersebut untuk menangani kerusakan jalan di tiga wilayah yakni Kabupaten Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan

Kepala UPTD PUPR wilayah I Deni Wardana, ST, M.Si, melalui Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Ir. Joniansyah, M.Si, mengatakan bahwa anggaran sebesar 20 Miliar tersebut tidak bisa mencukupi untuk menangani perbaikan jalan secara keseluruhan di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara serta Kota Balikpapan

Photo : Perbaikan jalan di Kelurahan Amborawang Darat, Samboja

Menurutnya, dengan anggaran 20 Miliar tersebut setidaknya sudah dapat mengurangi kerusakan jalan ditiga wilayah itu, hal tersebut akan dilakukan secara bertahap serta disesuaikan dengan anggaran pertahun

“Anggaran tersebut tidak harus dibagi dalam tiga porsi untuk tiga wilayah, namun kami akan melihat tingkat kerusakan jalan yang harus diperbaiki,” kata Joniansyah diruang kerjanya di Balikpapan, Senin, 15/4/2019

Joni sapaan akrab Joniansyah menjelaskan, untuk di Desa Semoi Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara karena tingkat kerusakannya lumayan parah jadi hanya sebagian yang dapat dilakukan oleh UPTD wilayah 1 seperti tambal sulam dan sebagian jalan berlubang dengan cor beton

Sedangkan untuk Kota Balikpapan hanya dilakukan tambal sulam terutama di jalan menuju ke arah pelabuhan peti kemas Kariangu yang sudah banyak berlubang dan longsor karena termakan air

“Diwilayah Kecamatan samboja kami sudah melakukan perbaikan khususnya di Kelurahan Amborawang Darat yang tingkat kerusakannya cukup parah, bahkan sering mengakibatkan kecelakaan dimalam hari terutama pengendara roda dua,”jelasnya

Joni menambahkan, untuk jalan poros Balikpapan – Samboja – Handil, sebagian akan dilakukan perbaikan tambal sulam untuk jalan berlubang. Sedangkan kerusakan yang cukup parah akan dilakukan pengecoran dan pengaspalan

“Tergantung tingkat kerusakannya, disana (Samboja.red) ada dua macam perbaikan, ada dengan pengecoran dan pengaspalan. Kalau rusak parah harus dipasang batu gunung dulu dengan agregat A dan B, baru kemudian di aspal,” ungkapnya

Joni memperkirakan sekitar pertengahan bulan Mei 2019 mendatang perbaikan jalan di Kecamatan Samboja – Handil sudah mulai dikerjakan

“Sementara kami fokuskan di Keluarahan Amborawang Darat dulu, karena di tempat itu tingkat kerusakannya cukup parah. selain bekas cor betonnya sudah retak, jalan itu sudah miring. Jadi jalan itu akan kami sama ratakan dengan jalan aspal supaya tidak membahayakan para pengendara. Selanjutnya baru ke tempat yang lain,” pungkasnya. (Fzi)