IMG_20191121_094018-700x385

APS Desak Polres Kepsul Tuntaskan Kasus OTT dan Dugaan Korupsi Angota DPRD

Kepsul Radarinvestigasi. com – Pemuda Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Sula (APS) menggelar aksi unjuk rasa. Dalam aksi itu APS mendesak Polres kepsul segera, menuntaskan sejumlah kasus pelanggaran hukum saat ini ditangani Polres.

IMG-20191120-WA0107-700x385_1574300509366

Kasus pelanggaran hukum tersebut diantaranya kasus OTT di tahun 2017 dan dugaan kasus korupsi makan minum angota DPRD tahun 2018 yang dilakukan oleh mantan ketua DPRD H Ismail karie mantan wakil ketua DPRD Jufri umasugi dan juga kasus kekerasan seksual terhadap Raulia Basahona.

Koordinator aksi APS, Fahridani Umamit saat ditemui Rabu (20/11/2019) mengungkapkan sejumlah kasusus yang saat ini, ditangani Polres Kepsul, harus ditangani secara serius oleh polres. kasus tersebut yaitu OTT tahun 2107, kasus dugaan korupsi anggaran ruma tangga makan minum DPRD tahun 2018 serta kasus Kekeresan seksual terhadap Raulia Basahona.
“Ini kan permaslahan kenapa kasusnya tidak ada kejelasan,” ujarnya

Lanjut Fahridani pihaknya, berharap kepada Kapolres Kepsul AKBP Muhammad Irvan segera menyelesaikan kasus Pelanggaran hukum yang ada di Polres.

“Dengan hadirnya kapolres baru Kabupaten Sula dan saat ada beberapa kasus yang suda diketahui secara umum di kebupaten sula kiranya kasusus ini harus di selesaikan secara hukum. kasus- kasus tersebut yaitu, Operasi tanggkap Tangan (OTT) di tahun 2017, serta kasusu kekersan seksual terhadap Raulia Basahona dan kasus dugaan Korupsi anggaran rumah tangga makan minum angota DPRD tahun 2018,” harapnya.

Selain itu, masa aksi yang meminta hering dengan Kapolres, hanya saja Kapolres berada di luar daerah, sedangkan Wakapolres Kompol Arifin La Ode Buri juga tenga mendampingi Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Marga Taufik.

Namun tuntutan masa aksi, ditanggapai oleh Kasat Reskrim Polres kepsul Iptu Paultri Yustiam SIK megatakan, terkait tuntutan aksi yang dilakukan oleh teman-teman APS ini, Polres masih proses pengaduan dugaan korupsi. Untuk kasus mantan Ketua DPRD Kepsul Ismail Kharie masih dalam lidik dan permintaan klarifikasi. Saat ini, kasus masih terus berjalan dalam tahapan pemeriksaan.

“Kami sudah dua kali melakukan pemanggilan terhadap Ismail Kharie. Tetapi, dalam panggilan itu yang bersangkutan belum pernah datang untuk klarifikasi. Informasi yang kami dapat saat ini bahwa Ismail Kharie masih di luar daerah,” katanya. (rs)