IMG-20191130-WA0013-700x390.jpg

Astaga, RSUD Weda Dikabarkan Miskin Air Bersih, Pasien Rujuk Lagi Ke RSUD Lain

Halteng, Radar Investigasi – Hataki Muhammad warga desa Gemia Kecamatan Patani Utara Jumat, (29/11/2019) kemarin kepada awak media menyampaikan kekesalannya kepada RSUD Weda kembali merujuk istri saya (Siti Hawa) ke RSUD Tidore dengan alasan di RSUD Weda mengalami kekurangan air bersih.

Hataki mengaku kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak RSUD Weda terhadap istrinya yang sedang melahirkan itu. “Istri saya dapat rujukan dari Pustu Gemia Kecamatan Patani Utara karena ketubannya pecah didalam kandungan sebelum melahirkan. Namun, sesampainya kami di RSUD Weda, kami di arahkan lagi oleh pihak RSUD Weda untuk ke RSUD Tidore (Rujuk),” akunya.

Suami pasien (Hataki) sangat mengkuatirkan kondisi istri tercintanya, namun stok air bersih di RSUD Weda masih menjadi alasan sehingga istri saya mau di rujuk kembali ke RSUD Tidore.

“Tadi mereka bilang mau rujuk istri saya ke RSUD Tidore, alasannya disini (RSUD Weda) tidak ada air. Jadi saya bilang, kalau begitu biar kami yang beli air sepuluh gelong asalkan istri saya (Siti Hawa) tidak di rujuk ke Tidore,” usul Hataki kepada petugas Jumat, (29/11/2019) kemarin.

Terkait informasi itu, dapat dibenarkan oleh Dokter Kemala, saat di datangi oleh sejumlah awak media di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Weda. Bahwa pasien tersebut akan di rujuk karena kurangnya kebutuhan air di RSUD Kota Weda.

“Dari tadi pagi tadi stok air kosong, makanya saya hubungi Dokter Iren (Dirut RSUD Weda-red) dan beliau arahkan untuk di rujuk. Pokoknya alasan klasiknya tidak ada air, tidak ada kendala lain yang membuat pasien ini harus di rujuk,” jelas Kemala.

Beberapa saat setelah kejadian itu, pihak RSUD Weda akhirnya menghubungi pihak PDAM untuk mendatangkan air di RSUD setempat.

Perihal diatas di bantah Dirut RSUD dr Iren. “Tidak benar jika keluarga mau beli air galon terus baru RSUD ada air. Kami selalu merespon cepat kebutuhan di Rumah Sakit, pengangkutan air dari PDAM butuh waktu pengisian dahulu. Jadi saya mohon kesabarannya,” ujar dr Iren.

Iren menambahkan, setiap tindakan operasi memiliki SOP. Sebagai RS yang telah terakreditasi, semua tindakan apapun wajib melakukan kebersihan tangan atau hand higiene, dengan sasaran keselamatan pasien, dimana untuk mencegah infeksi setelah operasi.

“Kan tidak mungkin melakukan tindakan, semua tim operasi tidak melakukan cuci tangan atau kebersihan tangan. Jadi jelas ada hubungan antara pelayanan dengan air,” tandas Dirut RSUD Weda. (Ode)