Soppeng Radar IT – Ketua Kelompok Tani Andalan (KTNA) Marioriawa (Asmuri) mengungkapkan BBM adalah salah satu kebutuhan mesin dan kendaraan lain yang dapat mendukung peningkatan produksi petani.

Manakala hal tersebut mengalami kelangkaan maka pasti petani merasakan dampaknya lahan sawah tidak dapat dibajak atau pengolahan tanah tersendat

“Petani kami mengalami kelangkaan BBM. Hal ini diduga, para tengkulak dan pengecer mengambil semaunya dan bekerjasama dengan pihak petugas pertamina,” jelas Asmuri, Minggu, 5/5/2019.

“Ada pengambil 20 sampai 30 jerigen untuk dibagikan kepada para pengecer BBM dan itu jadi pekerjaan setiap harinya pengecer BBM

“Kami memiliki beberapa bukti photo tempat penyedotan disekitar pertamina batu batu dan sifatnya monopoli. Baik bensin maupun solar disedot sampai habis, sehingga, kalau petani butuh sudah kehabisan BBM,” ungkap Asmuri.

“Olehnya itu, kepada Pak Kapolres Soppeng tolong kami, tindak tegas pelaku pelaku ini. Jangan biarkan petani petani kami menjerit karena oknum oknum yang menyensarakan kami,” pinta ketua Kelompok Tani Andalan (KTNA) ini. (AT)