Begini Kronologi Warga Sabangau Palangka Raya Yang Diduga Mati Tidak Wajar

Palangka Raya, Radar IT – Pada Sabtu 31/8/2019 diperoleh informasi dari Warga Kalampangan tentang Peristiwa adanya sesorang yang meninggal dunia tidak wajar dengan luka tusuk di dada sebelah kiri, selanjutnya Piket SPK Polsek Sabangau langsung mendatangi lokasi kejadian.

TKP yakni Rumah Mardi JalanManunggal Gg. Kenanga 1 RT.002 RW. 002 Kelurahan Kalampangan Kecamatan Sabangau, Palangka Raya.

Kejadian terhadap korban luka tusuk di dada sebelah kiri ini adalag korban bernama EKO SAPUTRO (15) Pelajar Kelas 3 SMP, alamat Jl. Manunggal Gg. Kenanga 1 RT.002 RW. 002 Kel Kalampangan Kecamatan Sabangau Palangka Raya.

Menurut keterangan MARDI Bapak Kandung Korban menerangkan bahwa Pada hari Sabtu tanggal 31 Agustus 2019 setelah Ashar, MARDI sedang mengupas jagung disamping teras rumah kemudian menyuruh korban untuk membeli minuman es kelapa dan dikasih uang Rp.100.000,- oleh ibunya (PURYATI), kemudian korban brgkt ke Jalan Mahir Mahar untuk membeli es kelapa muda, namun warungnya tutup,

Selanjutnya korban membeli minuman pocari sweet dan biskuit, setelah sampai rumah, korban dikejar-kejar (DWI NUR CAHYO ALAMSYAH) adik korban sambil lari lari dengan adiknya saat itu korban lari ke teras rumah lalu korban terpeleset jatuh dan tertancap pisau di dadanya sebelah kiri,

Selanjutnya MARDI langsung mendatangi korban dan membawanya kerumah sakit dengan mengendarai sepeda motor, lalu sekitar 100 meter dari rumahnya dibantu oleh SUTIKNO dengan dibonceng tiga mengendarai sepeda motor menuju rumah sakit RSUD Kalampangan,

Kondisi korban saat itu masih hidup namun nafasnya sudah tersengal-sengal, setelah itu dilakukan pertolongan oleh dokter, namun nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia, selanjutnya jenasah korban dibawa pulang kerumah.

Ibu korban pun menerangkan kronologis kejadian yang menimpa anak ia menerangkan bahwa saat kejadian tersebut sedang mengupas jagung di samping teras rumah bersama suaminya MARDI, dan saat itu tidak mengetahui persis kejadian yg menyebabkan korban tertancap pisau karena posisinya membelakangi teras, saat itu mendengar korban teriak memanggil “mamak” lalu saksi PURYATI mendatangi korban yang posisinya berdiri dan pisau sudah dilantai teras.

Kemudian ayahnya (MARDI) langsung membawa korban kerumah sakit RSUD Kalampangan dengan menggunakan sepeda motor dan saksi PURYATI mengikuti kerumah sakit dengan diantar keluarganya.

Tetangga korban SUTIKNO menerangkan bahwa pada saat kejadian sedang tidur dirumah, lalu mendengar suara teriakan minta tolong dari MARDI yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor membonceng anaknya EKO SAPUTRO (korban) yang kondisinya terluka berdarah di bagian dada sebelah kiri, selanjutnya SUTIKNO membantu MARDI dan Korban dengan bonceng tiga menuju ke RSUD Kalampangan, setelah itu SUTIKNO langsung pulang kerumah. (Dardi)