IMG-20191202-WA0064-700x390.jpg

Berbagai Biota Di Tanjung Ulie Kehilangan Tempat Tinggal dan Tertimbun

Halteng, Radar Investigasi – Tak sedikit berbagai biota yang kehilangan tempat tinggal bahkan hilang akibat tertimbun ribuan kubik material investasi asal asing di Tanjung Ulie Desa Lelilef Sawai Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah.

Puluhan hektare hutan mangrove ditimbun oleh investasi asing, UU Perlindungan hutan mangrove seakan tak lagi dipercaya oleh masyarakat, akibat kesengajaan Pemerintah yang membiarkan puluhan hektare hutan mangrove ditimbun. Hal ini disampaikan Humas JPKP Halteng Rosihan Anwar Senin, (02/12/2019) siang tadi.

IMG_20191202_151717-700x390.jpg
Humas JPKP Halteng Rosihan Anwar

Penimbunan hutan mangrove di wilayah Tanjung Ulie Desa Lelilef Sawai Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah sangat memprihatinkan. Tak sedikit aktivitas pertambangan PT Weda Bay Nikel (WBN) dan PT IWIP yang mengorbankan tempat tinggal berbagai biota disana,” ujarnya.

Bahkan yang lebih sadis lagi puluhan hektare hutan mangrove ditimbun habis tanpa sisa oleh pihak investor asing. Demi uang untuk kepentingan hidup, satu sama lain saling mengklaim lahan disana, sehingga banyak aksi protes saat kedua perusahaan ratusan triliunan mulai berinvestasi,” lanjutnya.

Kepentingan pertambangan diutamakan sehingga UU Pidana Pengrusakan hutan mangrove kita diabaikan oleh Pemerintah kita sendiri, merasa rugikah untuk melakukan kelestarian dan keselamatan lingkungan pesisir itu sendiri..?, tanya Rosihan Anwar.

Mestinya, kita melakukan upaya – upaya pencegahan serta pengelolaan ekosistem untuk dapat memanfaatkan ekosistem secara berkelanjutan. “Seharusnya ada langkah positif dan upaya – upaya pencegahan kerusakan hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang serta pengelolaan lingkungan,” pintahnya.

Lingkungan pesisir kita saat ini sudah terjadi sedimentasi dan itu terjadi oleh pengendapan lumpur yang terbawa oleh aliran sungai ke laut, dan ini terjadi akibat penebangan liar dan penggundulan hutan serta penimbunan hutan mangrove. Namun sejauh ini tidak terlihat dengan nyata langkah – langkah strategis untuk melakukan penghijauan atau penanaman kembali atau disebut reboisasi,” tandasnya.

Sehingga banyak hutan – hutan dan lereng – lereng yang gundul karena tidak dilakukan penanaman kembali (penghijauan) atau reboisasi oleh Pemerintah,” tutup Rosihan. (Ode)