Jakarta, Radar IT – BPJS Ketenagakerjaan Gelar Lomba Karya Tulis Jurnalis Award 2018 untuk meningkatkan sinergitas dalam rangka sosialisasi dan meningkatkan peran positif bagi media terhadap publik

Lomba kali ini digelar juga dalam rangka memperingati HUT BPJS Ketenagakerjaan ke 41 dan menjadi bagian dari Jurnalis Award 2018

Karya tulis merupakan salah satu cara untuk memberikan gambaran yang tepat kepada publik untuk menimbulkan citra positif dan menyampaikan secara tulisan program atau kegiatan institusi yang sedang dilakukan

Dilandasi semangat untuk memperkuat kerja sama dengan stakeholder, BPJS Ketenagakerjaan mengadakan lomba khusus bagi jurnalis

Penyelenggaraan lomba sebagai bentuk apresiasi BPJS Ketenagakerjaan kepada media massa atas kerja samanya yang baik dalam mendukung publikasi program dan kegiatan serta aksi BPJS Ketenagakerjaan

Lomba karya tulis yang akan digelar bertema utama “BPJS Ketenagakerjaan Dalam Perlindungan Pekerja Berbagai Sektor Pekerjaan” adapun sub temanya :

1. BPJS Ketenagakerjaan untuk Perlindungan Jaminan Sosial dan Kesejahteraan Atlet

2. BPJS Ketenagakerjaan, untuk Perlindungan Jaminan Sosial dan Kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia

3. Bencana Perusahaan Daftar Sebagian Tenaga Kerja, Upah,

Bagi para peserta lomba, wartawan media cetak dan online hasil tulisan dimuat di media masing-masing antara 22 November hingga 1 Januari 2019, media cetak dan media online bukti dilampirkan

Persyaratan tulisan minimal 3.000 karakter, belum pernah dilombakan dan bukan tulisan pariwara (Advetorial)

Persyaratan khusus : Kartu Pers dan bukti pemuatan tulisan dimedia

Selanjutnya tulisan diserahkan kebagian Humas & Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan lantai IV gedung kantor BPJS Ketenagakerjaan Jl. Gatot Subroto No 79 Jakarta Selatan 12930, Tlp 0215207797, HP. 087788840971

Pengiriman file materi lomba ke: panitiabpjstkja2018@yahoo.com. Penyerahan berkas lomba sampai ke panitia paling lambat 3 Januar 2019

Total hadiah yang diberikan kepada para pemenang sebesar Rp. 82,5 juta

Adapun para juri adalah Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz, Deputi Direktur Bidang Humas & Antar Lembaga BPJS ketenagakerjaan Irvasyah Utoh Banja

Redaktur Senior LKBN Antara Erafzon Saptiyulda, dan Ridwan Max Sijabat, Direktur Pusat Kajian Jaminan Sosial Nasional (PKJSN)

Terkait dengan Perlindungan Jaminan Sosial dan kesejahteraan atlet, Deputi Direktur Bidang Humas & Antar Lembaga BPJS ketenagakerjaan, Irvasyah Utoh Banja, melalui siaran persnya mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan hadir dalam memberikan jaminan yang menjadi hak bagi setiap pekerja di Indonesia dengan latar belakang profesi apapun, termasuk atlet dan Pekerja Migran Indonesia (PMI)

Namun tak banyak yang mengetahui bagaimana seorang atlet menjalani kehidupan ketika tak berada lagi di arena pertandingan

Raihan medali sebagai torehan yang mengharumkan nama bangsa tak dapat menjadi modal yang mampuni untuk kehidupannya, “kata Irvasyah

Tak sedikit pula duta bangsa yang mengalami cedera ringan sampai serius dalam masa pertandingan, bahkan pada sesi latihan, yang berdampak para atlet tersebut tak lagi dapat bertanding bahkan harus “gantung sepatu”, tambahnya

Untuk itu BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen penuh dalam dukungan dengan memberikan perlindungan atas resiko sosial yang terjadi dalam aktivitas sebagai atlet yang mengharumkan nama Indonesia dalam laga dunia maupun Pekerja Migran sebagai pahlawan Devisa

Menurut Irvasyah, Indonesia saat ini sangat kondusif untuk membangun jaminan sosial karena hingga 2030 bisa menikmati bonus demografi

“Artinya lebih banyak orang produktif bekerja, sehingga bisa menyisihkan dana untuk keperluan program jaminan sosial. Jaminan sosial memiliki fungsi mencegah kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan,” jelas Irvasyah Utoh Banja (*)