IMG_20191002_091049-750x450

Brinus Malut Berharap, 7 Angota DPR-RI Dan DPD-RI Asal Malut Wujudkan Otonomi Khusus Maloko Kie Raha

Maluku Utara, Radar IT– Ketua DPW Brigade Nusantara (Brinus) Provinsi Maluku Utara (Malut) Munir Banapon Berharap Kepada 7 Perwakilan Rakyat dari Malut yang baru saja dilantik menjadi Anggota DPR RI dan DPD RI pada Senin (30/09/2019) kemarin di Gedung Nusantara Senayan Jakarta, untuk dapat mewujudkan harapan baru Otonomi Khusus “Maloko Kie Raha”.

Mereka adalah Sultan Tidore, Jou Ou Husain Alting Syah, Ati Suriyati Armaiyn, Bapak Yul Chaidir dan Bapak Namto Hui Roba sebagai Anggota DPD RI Perwakilan Maluku Utara juga Ibu Irene Hui Roba, Ibu Aline Mus dan Bapak Ahmad Hatari sebagai anggota DPR RI Dapil Maluku Utara.

Ketujuhnya mandapat banyak ucapan selamat, doa dan harapan dari masyarakat Maluku Utara agar para legislator asal Maluku Utara tersebut dapat memperjuangkan aspirasi dan kepentingan Maluku Utara di Senayan Rabu (2/10/2019).

Ketua DPW Brigade Nusantara (Brinus) Maluku Utara, Munir Banapon yang ditemui di GP ANSOR Jl. Kramat Raya Jakarta Pusat juga menyampaikan Selamat dan harapannya kepada ketujuh legislator tersebut.

Menurutnya Legislator baru asal Maluku Utara tersebut adalah Putra-Putri terbaik yang dimiliki Maluku Utara saat ini yang diharapkan dapan berbicara dilevel Nasional.

“Pertama kami ucapkan selamat dan doa semoga para wakil kami asal Maluku Utara ini tetap sehat agar dapat menjalankan amanah dan tugas sebagai Wakil Rakyat dan Perwakilan Daerah Maluku Utara, sebuah harapan besar dari kami untuk para legislator asal Maluku Utara agar dapat memperjuangkan Otonomi Khusus Maloko Kie Raha yang telah lama menjadi wacana dan keinginan masyarakat Maluku Utara.” kata Munir.

Munir menyebutkan Wacana Otonomi Khusus Maluku Utara digulirkan oleh Sultan Tidore, Hi. Husain Syah merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi masyarakat Maluku Utara dan telah menjadi harapan masyarakat untuk segera dapat diwujudkan. Wacana Otsus itu juga telah dipaparkan oleh media lokal maupun nasional, kajian dari para akademisi juga telah diseminarkan dan didiskusikan diberbagai forum. “Harapannya Otsus dapat peningkatan kesejateraan hidup masyarakat di Maluku Utara”. tutur Munir.

Namun demikian, lanjut Munir, Tuntutan Otsus di Maluku Utara agak berbeda dengan Provinsi lain, kalau Papua mungkin menggiring ke opini dengan Papua merdeka untuk mendapatkan Otsus. Kemudian Aceh dengan gerakan Aceh merdeka, kemudian Jogjakarta minta daerah istimewa dengan melakukan refrendum, sementara di Maluku Utara lebih pada tuntutan yang bersifat konstitusional yakni dengan mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan negara ini.

“Olehnya menjadi harapan besar pada para legislator kita di DPR-RI maupun di DPD RI dapil Maluku Utara untuk berpartisipasi aktif memperjuangkan Otonomi Khusus Maluku Utara. Apalagi Sultan Tidore saat ini juga ada di Senayan sehingga harapannya ke-tujuh legislator asal Malut dapat dimotori Sultan Tidore lebih konsisten menyampaikan aspirasi Otsus pada Pemerintah secara lebih argumentatif” pungkas Munir. (RS)