IMG-20191128-WA0051-700x385.jpg

Budaya Lokal Dalam Perspektif Sejarah di Kabupaten Buru

Namlea, Radar IT – Ada budaya yang hilang yang hampir dilupakan oleh masyarakat di Kabupaten Buru, dan ada yang telah berkembang, namun juga tidak diketahui oleh masyarakat, demikian yang disampaikan Kepala Dinas P&K kabupaten Buru. kepada media saat konfrensi Pers.28/11/ 2019.

IMG-20191128-WA0049-700x385.jpg

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kabupaten Buru. Dalam sela sela acara dengan para seniman sekabupaten Buru di aula Dinas pendidikan tersebut.

Maka lewat Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), pihaknya akan merekrut dan bekerjasama dengan para seniman untuk mengembangkan budaya yang telah hilang dan hampir dilupakan, agar kembali dikembangkan dan dipublikasi dalam kegiatan kegiatan seperti pagelaran seniman. Melalui GSMS yang telah lebih dulu dilksanakan pada 4 sekolah dan di Tahun 2019 ini akan direkrut lagi di 21 sekolah sekolah

Menurut Kepala Dinas Pendidikan bahwa, GSMS merupakan salah satu usaha yang sangat membantu dan telah memfasilitasi keterbatasan sekolah, dalam menghadirkan guru seni budaya yang selama ini menjadi kendala disemua sekolah.

GSMS juga kata Kadis, menjadi salah satu program penguatan karakter.sehingga nantinya diharapkan kerjasama antara seniman dan bidang kebudayaan, sehingga Kebudayaan dan seni yang di Kabupaten Buru dapat dikembangkan dan diketahui oleh seluruh masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan Joharia Ibrahim Tan dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa, Budaya Lokal merupakan bagian penting,dalam menanamkan rasa bermasyarakat, oleh karenanya,pengembangan masyarakat akan diupayakan diindentifikasi elemen elemen penting dari Budaya lokal tersebut.

Maka berbagai kegiatan pengembangan terhadap Seni dan Budaya akan diterapkan dari sekolah sekolah dan sanggar sanggar yang ada di Kabupaten Buru.sehingga hal ini dapat dijadikan bahan ajar,yang memang di angkat dari kearifan lokal yang ada di Kabupaten Buru, ujarnya menambahkan.

Dalam pagelaran Budaya Lokal, yang dikemas secara profesional oleh Kabid Kebudayaan yang bekerja sama dengan Konsultan khusus yang terkait dengan Budaya Saudara Taib tan, Pagelaran tersebut menampilkan berbagai tarian adat dan seni seni Budaya dan Adat lokal yang ada di Kabupaten Buru. Kemasan multikultur yang ditampilkan, menunjukan suatu perbedaan dalam masyarakat, namun masih tetap mempertahankan identitas budaya yang berbeda.

Joharia Tan berharap, dengan adanya pagelaran ini, Masyarakat Buru, dapat memahami suatu perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan, yang didalamnya ada nilai nilai budayanya

Joharia mengisahkan, untuk diketahui juga di Kabupaten Buru ini selain tersebar berbagai seni dan Budaya, juga dikenal sebagai kota Perjuangan, yang mana telah terjadi berbagai peristiwa sejarah yang sangat heroik dan fenomenal, diantaranya peristiwa, Perobekan bendera merah putih, pengibaran bendera merah putih, penjahitan bendera kedua setelah bendera pusaka, kemudian pendaratan TNI pertama di provinsi Maluku. serta sederetan peristiwa lainnya.

Serta tambahnya, sampai kepada pembuangan para tahanan politik. Hal yang demikian inilah yang membuat beberapa Kepala Negara pernah berkunjung ke Pulau Buru. Seperti Bung Karno, Susilo Bambang Yudoyono, dan Jokowi, pungkasnya

Laporan, Fer.