Bupati Kepsul Dan Sejumlah SKPD Hadiri Pembukaan Gendang Sahur Desa Waibau

Kepsul- Radar IT, Bupati Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul)Provinsi Maluku Utara (Malut), Hendrata Thes, menghadiri acara pembukaan gendang sahur oleh Solidritas Mahasiswa Waibau (SPMWB), sebagai salah satu upaya melestarikan tradisi islam pada bulan ramadhan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Kepulauan Sula yang bertempat Desa Waibau. Sabtu (18/5/2019)

Bupati Kepsul Hendrata Thes, pada sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan yang bertema Membangun Solidaritas Masyarakat Desa Waibau dan Budaya Malomkub serta Nilai-Nilai Keislaman, ini merupakan tema yang sangat bagus, untuk menyemangati kawula muda di desa ini dan sekitarnya.

Hal ini agar bangkit kembali menggali potensi diri, sekaligus menumbuh kembangkan solidaritas sesama anak negeri, guna mencapai kemandirian dan kesuksesan,

Membangun solidaritas ini penting dalam rangka selarasnya keakraban di dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Banyak hal yang dilakukan oleh kawula muda islam, untuk mengekspresikan potensi dan kemampuan, yang mendukung pembangunan dan kemajuan bangsa,

Generasi muda harus diberi ruang gerak dan fasilitas, agar berani untuk bereksperesi, menggali potensi diri serta melakukan eksperimen positif, yang menghasiikan inovasi-inovasi baru, serta terus mengembangkan kualitas diri, agar mampu menjadi motor penggerak daerah menuju kejayaan negeri ini,

Kegiatan seperti ini sangat positif, karena selain dapat menumbuhkan budaya islam yang sehat di kalangan masyarakat, juga dapat meningkatkan penguasaan seni budaya islam, pengetahuan, kemampuan, kreativitas dan kerja keras kompetensi talenta,

Dalam suasana bulan suci ramadhan, inilah proses pendidikan moral keagamaan dari sisi pendidikan informal yang adik-adik mahasiswa waibau buat saat ini, sekaranglah saatnya kita merubah dan memulai, untuk bangkit mewujudkan Kepulauan Sula yang berkepribadian dalam agama dan kebudayaan.

Hampir setiap pertemuan dengan tokoh agama serta di wilayah Kabupaten Kepulauan Sula, sering saya sampaikan, bahwa untuk hal-hal yang menyangkut dengan ritual keagamaan yang di dalamnya melekat adat dan istiadat, ataupun kebiasaan yang sering dilaksanakan di negeri ini, agar tetap dan teruslah dilaksanakan, sepanjang itu tidak keluar dari kata aturan perundangan di republik ini. (RIS)