PhotoCollage_1580012725323-700x450

Cegah Penyebaran Virus Corona, Mahasiswa Indonesia Di China Dikarantina

China, radarinvestigasi.com – Corona Virus atau Virus Korona yang menyebabkan Penyakit Pneumonia atau Radang paru-paru diketahui muncul dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China saat ini menggegerkan Dunia sebab penyebarannya yang begitu cepat

Dari informasi yang dihimpun pewarta radarinvestigasi.com, Komite Kesehatan Kota Wuhan terus melakukan penelitian dan pengawasan terhadap berjangkitnya penyakit yang belum diketahui dengan pasti penyebabnya itu. Kecepatan Penularan Pneumonia ini bahkan sudah menginfeksi warga Jepang, Amerika Serikat, Prancis dan Thailand

Salah seorang Mahasiswa di Hubei Polytechnic University, Nur Alif Ramadhan yang juga merupakan Wakil Ketua Cabang Perhimpunan Pelajar Indonesia – Tiongkok (PPIT) 2018/2019 mengatakan ada banyak Mahasiswa yang ada di Wuhan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ada sebanyak 80 Mahasiswa asal Indonesia yang terjebak karantina di Kota Wuhan. Untuk mahasiswa Indonesia, Alhamdulillah aman dan tidak ada yang terinfeksi corona virus”, terang Alif saat dihubungi radarinvestigasi.com pada Sabtu (25/1/2020)

Alif juga menjelaskan untuk mahasiswa asal Kaltara ada beberapa orang di Kota Huangshi yang terletak di sebelah Kota Wuhan dengan jarak tempuh sekira 30 menit dengan menggunakan kereta.

Para mahasiswa ini dikarantina oleh pihak pemerintah daerah dan pihak medis di kota tersebut. Mereka tidak diperbolehkan masuk dan keluar dari kota itu dan semua transportasi umum pun dihentikan.

“Pelajar yang ada di Huangshi sekarang lagi dikarantina juga, cuma enggak seberat di Wuhan”, Papar Alif, Mahasiswa Kedokteran yang berasal dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Alif sendiri saat ini sedang berlibur di Nanjing tempat domisili dan Kampus Muhammad Azrul Iqhzan yang tak lain adalah adik kandungnya. Sementara itu, Ismail ayah Alif sangat merisaukan dua anaknya yang sedang menuntut ilmu di negeri tirai bambu ini.

Ismail mengatakan selalu memantau anak-anaknya melalui telepon seluler dan media sosial. Menerima informasi karantina, Ismail berharap Pemerintah Pusat melalui KBRI dapat memastikan kondisi anaknya dan mahasiswa Indonesia pada umumnya di China dalam kondisi baik.

“Saya berharap Pemerintah memiliki data lokasi para mahasiswa Indonesia di China saat ini sehingga anak-anak kita mahasiswa di China bisa terpantau kondisinya”, harap Ismail yang juga merupakan Staf Bagian Organisasi di Pemkab Nunukan. (Alamsyah)