IMG_20191129_233139-700x390.jpg

Datangi Warga Yang Sakit Berat, Komisi III Kesal Dengan Dinkes dan Kades

Kepsul, Radar Investigasi.com- Distribusi pelayanan kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) perlu diperbaharui kembali. Bagaimana tidak, kartu kesehatan gratis itu belum menjangkau sebagian warga kurang mampu yang ada di Kepsul.

IMG_20191129_233107-700x390.jpg

Hal ini di perparah dengan sistem distribusi yang tidak dilakukan langsung, melainkan melalui kepala Desa, tentu sangat rawan pilih kasih.

Ini dibuktikan sendiri oleh temuan tim Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Puskesmas Pohea, Sanana Utara saat turun langsung ke Desa Bajo beberapa waktu lalu. Hasilnya, mereka menemukan tiga warga Desa Bajo yakni Rudi Hamidun (47 ) penderita lumpuh pada tongkorak kepala, Ijung Saling (49) penderita hipertensi serta lumpuh dan Jamaludin (40) gangguan kejiwaan yang tidak mendapatkan perhatian dari Pemda maupun desa setempat.

Informasi tersebut akhirnya sampai ke telinga DPRD Kepsul. Komisi III yang menerima laporan dan turun langsung ke Desa Bajo Kecamatan Sanana Utara Jumat (29/11/2019). Mereka mendapati tiga warga tersebut dalam kondisi memprihantinkan. Yang lebih memilukan ialah Jamaludin, penderita gangguan jiwa itu hidup berdua dengan saudara perempuannya di desa nelayan itu. Perempuan 45 tahun itulah yang sehari-hari mengurus adiknya dalam kondisi terbatas.

Terkait itu, Ketua Komisi III Lasidi Leko mengaku kesal dengan sistem pembagian kartu JKN oleh Dinas Kesehatan Kepsul serta pemerintah Desa Bajo. Sebab, menurut Lasidi, pembagian kartu yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) itu justru tidak sampai pada warga yang betul-betul membutuhkan pelayanan kesehatan gratis.

“Pemberian kartu JKN tidak tepat sasaran, seharusnya dari pihak Dinkes dan Kases turun langsung dan memberikan kartu kepada warga kurang mampu, “ujar Lasidi

Menurut Lasidi, jika kartu diberikan kepada Kades maka bisa dipastikan penyalurannya juga hanya untuk orang-orang tertentu. “Orang sakit seperti di desa Bajo ini mestinya di prioritaskan oleh desa, “tambahnya.

Lasidi bilang, penyakit yang diderita 3 warga tersebut membutuhkan perhatian khusus dari Pemda melalui Dinkes. “Dinkes harus bangun koordinasi dengan Pustu dan sampai tingkat bawah untuk lihat pelayanan seperti ini, “pintanya.

Sementara salah satu petugas kesehatan Puskesmas Pohea mengaku, menemukan langsung masalah itu setelah mereka melakukan sidak langsung melalui program PIS-PK.

“Jadi tidak ada laporan apapun dari desa soal penderita ini sampai kita yang temukan langsung, kasihan kalau ekonomi mereka seperti ini lalu harus dibebankan lagi mereka dapat uang darimana meskipun hanya 20 ribu tapi mereka pasti kesulitan, “ujar petugas kesehatan yang menolak namanya di pulis itu. (Rs)