Sanana – Radar IT, Tak terima hasil Pemilu yang dinilai banyak kecurangan sejumlah Partai Politik di Kabupaten Kepsul mengancam akan melakukan unjuk rasa besar besaran dan menduduki Kantor KPU dan Bawaslu Kabupaten Kepulaun Sula, Minggu, 28/4/2019.

Sabtu kemarin, (27/4/19)rencana aksi unjuk rasa ini telah disampaikan ke Polres Kepulaun Sula melalui surat tertulisnya. Partai Partai Politik berencana melancarkan aksi unjuk rasar tersebut yakni, PDI-P, PKS, PKB, PKPI, Partai Berkarya dan Partai Hanura.

Rencana Aksi ini mencuat setelah terindikasi banyaknya pelanggaran yang terjadi selama proses pencoblosan hingga perhitungan suara di tingkat TPS dan PPK di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Sula.

Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Burhanuddin menilai, penyelenggara Pemilu di Kabupaten Kepsul gagal

“Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas penyelenggaraan pemilu yang gagal di Kabupaten Kepulauan Sula, kata Burhanuddin pada sejumlah wartawan.

“Kita mendesak Bawaslu dan KPU agar bekerja secara Proporsional dan Independen. Kita prihatin karena ada puluhan pelanggaran di lapangan namun hanya didiamkan oleh mereka”, ujar Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sula ini.

Selain itu Sekretaris PKPI Kabupaten Kepulauan Sula, Safi Naipon, pada kesempatan yang sama mengatakan Surat Pemberitahuan Aksi telah diterima oleh pihak Kepolisian melalui Kasi Intel Polres Sula.

Safi Naipon menabahkan, partai-partai yang bergabung untuk aksi bersama akan mengerahkan ribuan pendukung dan simpatisannya untuk menduduki Kantor KPU Dan Bawaslu.

” Kita akan bawa ribuan massa untuk menduduki Kantor KPU dan Bawaslu. Intinya Kita mendesak agar penyelenggara memproses semua pelanggaran yang terjadi di lapangan”, tutup Safi Naipon.(Rs)