IMG_20200211_092636

Diduga Cemarkan Nama Baik, Kepsek SMKN 2 Bonegunu Dilapor ke Polisi

BUTUR, RADAR INVESTIGASI.COM – Merasa di fitnah dan dicemarkan nama baiknya, Asriah, S. Pd guru yang juga bendaha BOS melaporkan La Ode Salihi, S.Pd yang tak lain adalah kepala sekolahnya sendiri di SMK Negeri 2 Bonegunu Buton Utara Propinsi Sultra.

Dalam aduan laporan tertulisnya pada Polsek Boneguru pada 23 Januari 2020 lalu, Asria menjelaskan bahwa, La Ode Salihi telah melakukan tindak Pemfitnahan atau Pencemaran Nama Baik yang telah menuduh dirinya selaku bendahara dana Bos sekolah SMK Negeri 2 Bonegunu dengan sengaja memperlambat penyusunan dan penyetoran Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dana Bos Triwulan 3 (tiga) Tahun Anggaran 2019 sehingga, Dana Bos Tri Wulan 4 ( Empat) Tahun Anggaran 2019 hangus atau tidak dicairkan.

Hal ini kata Asriah, dikatakan oleh kepala sekolah pada saat rapat Orang Tua Siswa lewat sambutannya pada hari Selasa tanggal 14 Januari 2019 di SMK Negeri 2 Bonegunu.

“Saya sangat merasa malu sekali didepan para guru dan orang tua siswa dituduh sengaja memperlambat pelaporan dana Bos sehingga dana Bos tersebut hangus,” kata Asriah via seluler pada wartawan media ini Selasa 11/2/2020.

Atas laporan saya itu sebagai barang bukti, tambah Asriah, S.Pd, saya lampirkan dalam laporan aduan tersebut yakni, Dokumentasi-dokumentasi pada saat rapat komite hari Selasa tanggal 14 Januari 2020, Copy rekaman video sambutan La Ode Salihi, S. Pd dihadapan orang tua siswa dan guru-guru yang hadir saat rapat berlangsung pada hari, Selasa tanggal 14 Januari 2020.

Copy rekaman percakapan bendahara SMKN 2 Bonegunu dengan Sekretaris BOS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara. Copy rekaman suara bendahara SMKN 2 Bonegunu dengan Tim BOS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Daftar penyerahan LPJ Bos Reguler Triwulan III (tiga) Tahun 2019, jelasnya.

Asriah Mengungkapkan bahwa kepala sekolah jarang masuk kantor dan kalau masuk kantor paling lama hanya 2 jam itupun hanya duduk di kantin

“Bagaimana saya harus membawa berkas ke kantin untuk ditanda tangan, kan tidak mungkin, jadi saya biasa menunggu kepala sekolah masuk ruangannya untuk menyodorkan laporan pertanggung jawaban untuk ditanda tangani sehingga semua ini yang jadi kendala terlambatnya laporan pertanggung jawaban,” ungkapnya.

“Kepala sekolah sepertinya tidak punya niat agar cairnya Dana Bos triwulan ke 4. Masalahnya juga setahu saya Dana Bos tersebut sudah masuk dari pusat hanya saja terblokir di Propinsi. Saya sudah pernah cek di Diknas propinsi soal itu. Dan itupun setelah saya membawa berkas ke Propinsi masih ada berkas yang belum ditanda tangani kepala sekolah. Bahkan kepala sekolah yang menyampaikan agar dana Bos tersebut dikembalikan saja ke pusat dan setelah itu saya yang disalahkan seakan akan saya yang halang halangi cairnya dana Bos,” tambah Asriah.

“Sakit sekali hati ini pak rasanya ingin menangis, saya dituding sengaja melakukan itu agar dana Bos hangus dan dituding sayalah penyebab semua kehancuran ini,” ujarnya.

Menjawab semua itu, Kepala Sekolah SMK SMK Negeri 2 Bonegunu La Ode Salihi saat dikonfirmasi media ini via seluler membenarkan jika dirinya terlapor.

“Iya memang benar saya dilapor pak dan sudah dua kali dipanggil, terakhir ini hari Sabtu saya lupa tanggal berapa tapi 3 minggu yang lalu kalau tidak salah,” jawab La Ode Salihi Kepsek SMKN 2 Boneguru, Selasa 11/2/2020.

Mengenai laporan dirinya yang diduga fitnah dan mencemarkan nama baik La Ode Salihi mengatakan, “Kemarin itu saya klarifikasi ada masukannya di berita On line, saya klarifikasi bahasanya bahwa itu tidak benar. Memang terlambat anggarannya di bulan 4. Tidak sempat dicairkan yang triwulan 4 itu.

Mengenai tudingan Asriah yang mana La Ode jarang masuk kantor yang menurut Asriah adalah salah satu penyebab terlambatnya pelaporan Dana Bos, La Ode tidak menampik hal tersebut dengan alasan merasa kurang nyaman di Kantor

“Memang pernah terjadi itu hari saya jarang masuk kantor karena sudah tidak nyaman kita sering bertengkar dengan bawahan maka itu saya menghindar, tapi itu tidak setiap hari. Kalau sekarang ini saya sudah di kantor dan sampai saat ini saya di Sekolah ini,” jawab La Ode Salihi. (Red)