Towuti Luwu Timur, Radar Investigasi- Dugaan pencabulan terhadap wanita yang masih tetangganya sendiri dan dilakukan dihadapan istri terduga pelaku, LSM Perlindungan Perempuan dan Anak kabupaten Luwu Timur meminta Polisi mengusut tuntas. Selasa 13 Agustus 2019.

Diduga pelaku AW (42) yang berprofesi sebagai tukang servis elektronik, melakukan tindak asusila kepada korban IN (18) yang diketahui memiliki penyakit keterbelakangan mental. saat sikorban diminta untuk menginap dirumah pelaku didesa Asuli dimana saat kejadian istri pelaku juga berada dikamar yang sama.

Kejadian ini diketahui terjadi pada bulan Februari sampai Maret 2019, yang bermula saat istri pelaku meminta kepada IN menginap dirumahnya untuk menemani anaknya, karena suaminya (AW) tidak berada dirumah karena lagi bekerja diluar.

Malam kedua menginap, tiba-tiba pelaku pulang saat seisi rumah sudah terlelap. kemudian sikorban dibangunkan dan diajak tidur bersama didalam kamar bersama dengan istrinya. korban pun turut dan setelah melanjutkan tidurnya, tiba-tiba pelaku memegang tangan korban lalu menindih paha. namun malam itu tidak terjadi apa-apa karena korban meronta akibat meringis kesakitan saat pelaku mencoba menindihnya.

Hari berikutnya, istri pelaku kembali mengajak korban untuk menginap dirumahnya namun korban menolak dengan alasan takut kepada pelaku, namun karena desakan dan bujukan istri pelaku yang mengatakan kalau suaminya tidak dirumah, akhirnya korban pun mau dan menginap lagi dirumah pelaku.

Namun setelah tengah malam, pelaku pulang kerumah dan menyuruh korban untuk kembali kedalam kamar dan tidur bertiga bersama istrinya, dan disitulah terjadi hubungan badan antara pelaku dan korban yang disaksikan oleh istri pelaku.

Setelah kejadian tersebut, korban yang diberikan uang puluhan ribu dan di iming-imingi untuk diberikan Handphone agar mau melayani nafsu birahi pelaku setiap kali ingin melampiaskan nafsu.

Bukan hanya itu, pelaku mengancam akan membunuh korban jika korban melapor dan memberitahukan kejadian tersebut kepada orang lain.

Wakil Ketua LSM Perlindungan Perempuan dan Anak, Ibu Mega mengatakan kalau kejadian seperti ini harus ditangani dengan serius agar tindak pelecehan terhadap perempuan dan anak bisa diminimalisir. dan berharap agar pihak Kepolisian segera menangkap dan memeriksa pelaku yang masih berkeliaran bebas.

“Kasus seperti ini jangan dikasih toleransi, tidak bisa dikasih ampun karena jika pelaku diloloskan akan ada ratusan anak dan perempuan yang akan menjadi korban jika terus dibiarkan.” Tutur Mega.(Ali Rauf)