IMG-20191207-WA0077-700x390

Diduga Tak Tepat Sasaran, KPM BPNT di Halteng Patut di Verifikasi dan Divalidasi

Halteng, Radar Investigasi – Penyaluran Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau dengan sebutan lain Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dilakukan Dinas Sosial Pemkab Halteng dan pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Weda sejauh ini dinilai belum tepat sasaran.

IMG-20191207-WA0075-700x390

Pasalnya, dalam penyaluran BPNT KPM di Kantor Desa Gemaf Kecamatan Weda Tengah Sabtu, (07/12/2019) sore tadi terdapat empat warga yang memiliki buku rekening dan kartu selama setahun tidak pernah mendapatkan bantuan yang diprogramkan Pemerintah itu.

Selain itu, terdapat salah satu nama penerima KPM yang sudah meninggal dunia yakni bapak Esrom Loha yang hingga kini namanya masih disebutkan oleh petugas Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam penyerahan BPNT – KPM Sabtu sore tadi.

Sebanyak 33 warga desa Gemaf Kecamatan Weda Tengah Sabtu, (07/12/2019) sore tadi meminta kepada petugas Dinas Sosial Pemkab Halteng agar melakukan validasi data seakurat mungkin. Warga juga mengaku sepertinya data yang di pakai saat ini data lama. Lihat saja orang yang sudah meninggal pun masih ada,” ujar Fince Hamisi.

IMG-20191207-WA0076-700x390

Terpisah mantan Kordinator Kesejahteraan Sosial Kabupaten Halmahera Tengah, Alfaris Djailan juga menyoroti kinerja penyaluran Keluarga Penerima Manfaat dan Program Keluarga Harapan (KPM – PKH). Olehnya diminta Kordinator PKH serta Dinas Sosial Pemkab Halteng harus melakukan verifikasi dan validasi data, terkait dengan nama – nama penerima manfaat, karena menurut Alfaris Djailan nama – nama penerima PKH, terdapat ada beberapa nama penerima yang tidak layak untuk menerima.

“Hal ini di sebabakan karena kehidupan para penerima tersebut sudah tidak pantas untuk menerima bantuan sosial lagi atau dengan kata lain taraf kehidupannya sudah mampu,” tandasnya. (Ode)