IMG-20191211-WA0027-700x400

Diknas Bantah, Anak Putus Sekolah di Kepsul Meningkat

Kepsul, Radar Investigasi- Belum lama ini, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), telah mengeluarkan data bahwa angka putus Sekolah dan tidak sekolah di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) mencapai 12099 anak. yang artinya bahwa jumlah angka anak putus Sekolah meningkat.

Hal ini dibantah oleh Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) kepsul, Ishak Umamit melalui Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Amir Adjab, saat ditemuai di ruang kerjanya, Rabu (11/12/2019) .

“Data Dapodik Kepsek awalnya terkoneksi dengan Kemendikbud, akan tetapi setelah ada siswa yang lulus ujian SD maupun SMP siswa tersebut memilih sekolah di sekolah Mts maka data siswa tersebut sudah tidak terkoneksi dengan data Kemendikbud,” katanya.

Amir mengatakan, sebelumnya data Dapodik masih terkoneksi dengan Kemendikbud. Namun, setelah Siswa tersebut menyelesaikan sekolah di SD maupun SMP dan Siswa tersebut menlanjutkan sekolah di Mts maka data Dapodik sudah tidak terkoneksi ke Kemendikbud.

Olehnya itu, dalam waktu dekat Diknas gandeng dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yakni, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk turun melakukan pendataan Siswa kembali.

“Kepualaun Sula anak yang putus sekolah dan sudah tidak sekolah lagi itu masuk urutan ke lima se-provinsi maluku utara, ini data dari kemendikbud,” jelasnya.

Data dari Kemendikbud per-Kecamatan di Kepsul diantaranya, Kecamatan Mangoli Tengah 987 anak, Kecamatana Sanana 3541 anak, Kecamatan Sulabesi Barat 656 anak, Kecamatan Mangoli Timur 593 anak, Kecamatan Mangoli Barat 1.172 anak.

Sedangakan Kecamatan Sulabesi Tengah 684 anak, Kecamatan Sulabesi Timur 619 anak, Kecamatan Mangoli Utara Timur 671 anak, Kecamatan Mangoli Utara 977 anak, Kecamatan Mangoli Selatan 668 anak, Kecamatan Sulabesi Selatan 818 anak dan Kecamatan Sanana Utara 767 anak. (rs).