PhotoPictureResizer_200204_191402150-700x400

Ditreskrimsus Polda Kaltim Tetapkan Tersangka Penimbun Minyak Mentah Ilegal 

Balikpapan, radarinvestigasi.com — Ditreskrimsus Polda Kaltim menetapkan tersangka penimbun minyak mentah ilegal di sebuah Kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) Hamka Nusantara sebanyak 80 ton

Sebelumnya, Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kaltim mengamankan sebuah Kapal LCT Hamka Nusantara pada tanggal 9 Januari 2020 di perairan Sungai Kapih di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda

Kapal tersebut di amankan lantaran diduga melakukan penimbunan dan pengolahan minyak mentah secara ilegal untuk bahan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar

Selain mengamankan sebuah kapal, sedikitnya 7 orang ABK (Anak Buah Kapal) digiring ke Mapolda Kaltim untuk dimintai keterangan

Setelah melalui proses penyelidikan, Subdit IV Tipidter akhirnya menetapkan satu tersangka bernama Miko beserta barang bukti Kapal LCT Hamka Nusantara dengan nomor lambung 2008 11a No 2717/L GT. 114 No 521/IIK, 80 ton minyak mentah, 1 unit alat pompa listrik merk Shimizu warna biru, dua buah batang kayu dengan panjang sekira satu meter, dua buah gayung warna hijau dan warna merah muda, satu buah serok plastik warna kuning, 20 buah jerigen plastik warna putih kapasitas 20 liter dalam keadaan kososng, satu buah karung plastik berisi bubuk berwarna putih

Direktur Reskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Budi Suryanto mengatakan, dari hasil penyelidikan minyak mentah yang di simpan dalam kapal LCT tersebut merupakan hasil curian milik Pertamina di Sanga-Sanga

“Dari hasil pengembangan dilapangan, bahwa benar minyak sebanyak 80 ton itu berasal dari hasil pencurian di Sanga-Sanga, minyak mentah yang ditampung di Kapal LCT itu kemudian di suling menjadi produk jadi,” kata Budi Suryanto saat Press Realise di ruang rapat Ditreskrimsus Polda Kaltim, Senin, 3/2/2020

Di jelaskannya, minyak mentah tersebut setelah di suling akan menghasilkan bahan produk jadi seperti BBM jenis solar, premium, minyak tanah kemudian akan menjadi produk asli tapi palsu (aspal)

“Hasil solar itu kemudian akan dicampur dengan solar-solar industri yang dari pertamina serta dari hasil kencingan dari kapal-kapal di perairan oleh tersangka,” bebernya

Kendati sudah menetapkan tersangka, kata Budi, kasus ini akan terus di kembangkan untuk mengetahui kapal-kapal yang di duga melakukan kasus yang sama

“kita juga akan melakukan pengembangan terhadap tersangka, apakah tersangka ini pelaku tunggal atau ada aktor lain yang berperan dalam perkara ini,” imbuhnya

Budi menjelaskan, perkara yang ditangani Polda Kaltim ini masih berkaitan dengan kasus yang sebelumnya ditangani oleh Polres Kutai Kartanegara dan Polresta Samarinda terkait pencurian dan penyulingan minyak mentah dari Sanga-Sanga

“Perkara ini masih berkaitan dengan kasus sebelumnya yang ditangani oleh Polres Kutai Kartanegara dan Polresta Samarinda. Ini semuanya ada tiga LP, tapi semuanya masih berkaitan, artinya perkara yang ditangani Polda Kaltim ini para pelaku pencurinya sudah ditangani oleh Polres Kutai Kartanegara. Pelaku penyulingannya juga sudah ditangani Polresta Samarinda. Makanya kasus yang ditangani Polda ini kita sinkronkan, karena dalam hal ini Polda menangani perkara keduanya, pencurian dan penyulingan dengan pelaku yang sama,” jelasnya

Atas perbuatannya, tersangka di ancam dengan Pasal 53 huruf (a) dan atau huruf (b) dan atau huruf (c) dan atau huruf (d) UU RI No 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi jo Pasal 55 atau 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman 3 – 5 tahun penjara. (Fzi)