Dua Bocah Korban Human Trafficking di Muara Jawa, Dipaksa Layani Lelaki Hidung Belang 

Muara Jawa, radarinvestigasi.com — Jajaran Polsek Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, berhasil mengungkap kasus perdagangan manusia (Human Trafficking) anak dibawah umur berinisial VV (14) dan AY (15), pada Senin, 9/9/2019

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Muara Jawa Anton Saman mengatakan, kasus tersebut terungkap berawal dari adanya laporan dari salah satu orang tua korban yang mendapatkan informasi bahwa anaknya telah menjadi korban trafficking di sebuah komplek lokalisasi di Kecamatan Muara Jawa

Photo :  AKP Anton Saman SH, Kapolsek Muara Jawa.

“Dari hasil laporan tersebut, saya perintahkan Anggota untuk langsung mendatangi TKP tepatnya di wisma milik inisial IW komplek lokalisasi Galendrong, namun pada saat di TKP, IW dengan sengaja menyembunyikan korban dan memberitahukan kepada Anggota Polsek jika korban yang dicari tidak ada di TKP,”kata Anton Saman ditemui media ini dikantornya pada Kamis, 12/9/2019

Tidak sampai disitu, kata Anton, Unit Reskrim Polsek Muara Jawa terus melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa korban sudah dilarikan ke daerah Kelurahan Dondang

Selanjutnya, Unit Reskrim Polsek Muara Jawa langsung menuju ke Kelurahan Dondang dan berhasil menemukan korban VV dan AY

“Dari hasil keterangan korban, bahwa korban dipekerjakan menjadi PSK di lokalisasi Galendrong oleh pemilik wisma berinisial IW. Berdasarkan keterangan korban tersebut, Unit Reskrim Polsek Muara Jawa langsung melakukan penangkapan terhadap IW yang merupakan pemilik wisma dikomplek lokalisasi Galendrong,”ungkapnya

Setelah dilakukan penangkapan terhadap IW, Unit Reskrim Polsek Muara Jawa terus berupaya melakukan pengembangan terhadap keterlibatan pihak lain dalam perdagangan orang tersebut

“Dalam pengembangan kasus ini, kami menangkap satu orang tersangka lain bernisial BA yang berperan sebagai penjual kedua bocah dibawah umur tersebut kepada IW,”ujar Anton

Anton menerangkan, modus yang dilakukan para pelaku kepada korban dengan iming-iming akan diberikan gaji besar hanya sebagai pelayan pengantar minuman saja, bukan untuk melayani tamu-tamu yang datang. Namun, setelah bekerja mereka (korban) dipaksa untuk melayani tamu dikamar atau sebagai PSK.

“Itu sudah berjalan selama kurang lebih 2 bulan sejak korban kabur dari rumah orang tuanya. Persisnya sejak tanggal 13 Juli 2019,”pungkasnya

Keduanya VV dan AY yang merupakan warga Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, sejak dua bulan lalu dipaksa melayani tamu lelaki hidung belang dengan tarif 300 ribu sekali melayani tamu di salah satu komplek lokalisasi Galendrong, yang berlokasi di RT 28, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara

Menurut pengakuan VV dan AY selama 2 bulan lamanya bekerja di wisma milik IW keduanya melayani tamu 3 hingga 4 orang dalam setiap harinya dengan tarif 300 ribu sekali pelayanan dikamar dan 600 ribu apabila melayani 1 malam

“Melayani 3 sampai 4 orang setiap hari, itu sekali pelayanan, kalau 1 malam 600 ribu,”ungkap VV kepada media ini

Dari uang yang diterimanya dari setiap tamu yang datang VV dan AY mengungkapkan hanya menerima 50 ribu sedangkan sisanya sebesar 250 ribu harus disetor kepada pemilik wisma tersangka IW

“Kalau sekali melayani itu kan harganya 300 ribu, yang 50 ribu buat saya dan 250 ribu harus disetor ke bos pemilik wisma,”ujar VV dengan polos

Terkait kasus tersebut kedua pelaku IW dan BA dijerat dengan pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia No 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang jonto Pasal 76 f, jonto Pasal 83 Undang-Undang Republik Indonesia No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (Fzi)