IMG_20190812_155048-700x400

Dua Bulan Gaji Belum Dibayar, Hanya Malaikat Yang Bisa Jadi Bendahara Dishub Kepsul

Kepsul, Radar IT – Dua Bulan belum terima gaji, sejumlah Pegawai Tidak tetap (PTT) dan Honor Daerah (Honda) di Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara, menjerit.

Kenapa tidak, Gaji PTT dan Honda (Draiver) yang terhitung sejak Januari-Februari 2019 sebesar Rp 45.900.000,00 diduga belum di bayar oleh bendahara Usuria Teapon.

Hal ini diakui salah seorang sumber yang enggan menyebutkan namanyam kepada awak media Sabtu (10/8/2019), mengatakan, dua bulan gaji pegawai honor yang diduga ditahan oleh Bendahara Dishub sejak Januari-Februari sebesar Rp 7.200.000,00. Mestinya, satu orang pegawai honor menerima gaji dalam satu Bulan Rp 600.000,00 dikalikan 6 orang honor kali dua sebesar Rp 7.200.000,00. Bendahara hanya memberikan gaji pada Bulan April 2019, kata sumber media ini.

“Gaji Honorer dalam satu Bulan Rp 600 satu orang dan gaji PTT Rp450.000.00, per orang. Jadi jumlah secara keseluruhan gaji pegawai honor Januari-Februari Rp 7.200.000,00. sedangkan jumlah gaji PTT 49 orang dalam dua Bulan sebesar Rp Rp. 38.700.000, jelas Sumber.

Bendahara Dishub Kepsul, Usuria Teapon saat dikonfirmasi via Whatsapp, terkait Gaji Pegawai Honor dan PTT selama dua Bulan yang belum diterima itu, namun dirinya tidak menjelaskan malah membalas dengan kata, “Masalah gaji internal kantor kanapa musti wartawan tutut campur” jawab Usuria.

Usuria, menambahkan bahwa, siapa yang memeberi laporan di wartawan tolong sampaikan kepadanya agar dia (Usuria red) melaporkan pegawai honor atau PNS dengan tuduhan pencemaran nama baik. Bahakan, yang dia lakukan saat ini atas perintah dan menjelankan tigas sesuai arahan, ujar Bendahara Dishub ini.

“Sapa yang laporan di wartawan pegawai honor atau PNS tolong kase nama kamari, saya mau lapor pencemaran nama baik. yang saya laksnakan atas Perintah. saya sebagi Bendahara jalankan tugas sesuai arahan Kenapa musti wartawan tutut campur” tanya Usuria dalam logat daerah

Selain itu, lewat akun Whatsapp miliknya, dia menjelaskan profil dirinya menduduki jabatan bendahara mulai dari Bendahra Dinas Perhubungan sejak Agustus 2018-Agustus 2019. Menjabat Bendahara Gaji guru dan PNS Kecamatan Sanana sejak 2016-2010. Dan menjadi bendahara Sekwan 2011-2014. Dia juga menjabat bendahara Dinas Kesehatan pada Tahun 2016-2017, jelas Usria.

“jadi saya tidak pernah punya masalah dengan urusan seperti ini, Dishub itu musti malaikat datang biking bendahara boleh. Sapa yang lapor saya kase nama disaya suapaya saya ke Pak Bupati untuk usul dia (yang Lapor red) bendahara” ungkapnya. (RST)