IMG-20191202-WA0001-700x390.jpg

Ekosistem Mangrove di Halteng Tertimbun Aktivitas Pertambangan

Halteng, Radar Investigasi – Humas Lembaga Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Halmahera Tengah, Rosihan Anwar Minggu, (01/12/2019) sore tadi kepada reporter mengatakan bahwa Ekosistem hutan mangrove di Halteng khususnya di Kecamatan Weda Tengah telah tertimbun habis oleh aktivitas pertambangan.

IMG-20191202-WA0001-700x390.jpg
Lokasi hutan mangrove di Tanjung Ulie Desa Lelilef Sawai Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah yang tertimbun aktivitas pertambangan

Sehingga, fungsi dan manfaat serta dampak pemanfaatan ekosistem mangrove mulai hilang di permukaan bumi ini. Menurut Rosihan bahwa ekosistem mangrove adalah suatu ekosistem yang terdiri atas berbagai jenis tumbuhan yang menahan hidup dilingkungan air asin, serta berbagai jenis biota yang hidup didasar perairan maupun yang tinggal dipohon.

Rosihan memaparkan panjang lebar bahwa Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara mahluk hidup dan lingkungannya. Sementara mangrove atau bakau adalah jenis – jenis tumbuhan yang tahan hidup dilingkungan. air asin dan berlumpur.

Fungsi hutan mangrove secara umum adalah sebagai paru-paru dunia, sumber ekonomi, habitat flora dan fauna, pengendali bencana. Selain itu hutan mangrove juga menjadi tempat penyimpanan air, dan untuk mengurangi polusi untuk pencemaran udara.

Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem hutan dengan kelompok tumbuhan yang dapat hidup di daerah dengan kadar garam yang tinggi. Biasanya hutan ini didominasi dengan tumbuhan berkayu dan tumbuh di sepanjang garis pantai. Bisa dibilang mangrove yang tumbuh berjajar menjadi benteng pencegah abrasi atau pengikisan pantai oleh gelombang air laut.

Hutan mangrove juga mempunyai beberapa keterkaitan dan kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan manusia, baik fungsinya dalam penyediaan bahan pangan, papan, kesehatan, dan untuk lingkungan.

Hutan mangrove tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak di garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut, tepatnya di daerah pantai dan sekitar muara sungai. Oleh karena itu, tumbuhan yang hidup di hutan mangrove menjadi unik, karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut,” ujarnya.

Namun dengan kecanggian teknologi semua itu perlahan – lahan mulai hilang. Padahal, fungsi hutan mangrove menjadi paru – paru dunia dan tempat penyimpanan air dan hilangnya pelindung pantai dan penahan lumpur, sehingga terjadi abrasi pantai. Selain itu, habitat dan daerah asuhan bagi berbagai jenis udang, kepiting, ikan, burung dan lain – lain menjadi hilang sehingga hal ini akan berdampak pada produksi perikanan pesisir,” tandasnya. (Ode)