IMG-20191223-WA0036-700x400

Front Bersama Anti Korupsi Desak Polres Sula Dan Jaksa Tuntaskan Kasus OTT

Kepulauan Sula, Radar Investigasi- Menyikapi kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pada tahun 2017 yang diduga adalah oknum anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sula.

IMG-20191223-WA0037-700x400

Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Front bersama anti korupsi terdiri dari Eksektif Kota Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (EK.LMND) dan DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kepulauan Sula menggelar aksi ujuk rasa medesak Polres Kepulauan Sula dan Kejaksaan Negri Sanana segera tuntaskan kasus pelanggrana Hukum yaitu Kasus OTT.

Aksi unjuk rasa tersbut dimulai dari kejaksaan Negri Sanana dan Polres Kepulauan Sula Senin (23/12/2019).

Dalam orasi masa aksi yang tergabung EK. LMND Sanana dan DPC GMNI, sangat sesal dengan kasus OTT, mulai dari tahun 2017 hinga sekarang 2019 para terguda yang menjadi aktor intelektual kini masi saja berkeliaran. Untuk itu, kedua organisai yang tergabung dalam Fron bersama Anti Korupsi mendesak Polres Kepulauan Sula dan Kejaksaan Negri Sanana segera seriusi kasus OTT tersebut.

“Kami mendesak Polres Kepulauan Sula untuk mungusut Kasus OTT yang melibatkan Oknum anggota DPRD Sula Tahun 2017, serta Kejaksaan Negri Sanana memberikan petunjuk kepada penyidik Polres Kepulauan Sula agar bisa membongkar kasus OTT 2017 Itu,” tegas korlap aksi Arfa Sibela dalam orasinya di atas Truck.

Lanjut Arfa , bahwa atas kejahatan ini kedua organisasi yang terbagung dalam Front bersama Anti Korupsi juga meminta kepada Polres serta Kejaksaan Negri Sanana segera tetapkan status Hukum Kasus OTT tahun 2017.

” Segera tetapkan status Hukum kasus OTT tahun 2017 P-21 atau SP3,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, perwakilan aksi secara langsung menemui Wakapolres kepulauan Sula Kompol Arifin La Ode Buri dan menyerahkan pernyataan sikap kepada Polres Kepulauan Sula.

Untuk menanggapi tuntutan masa aksi tersebut, Wakapolres Kepulauan Sula Kompol Arifin La Ode Buri saat di wawancarai mangatakan kasus ini pihak Polres Kepulauan Sula akan tetap melakan. upaya dan segera akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negri Sanana.

“Kasus ini, sudah sejak tahun 2017 namun bukan kami tidak melalukan upaya, terhitung suda delapan kali berkas oleh pihak kejaksaan untuk dilengakapi lagi,” ujar Wakapolres.

Wakapolres Kepulauan Sula Kompol Arifin La Ode Buri bilang, atas tuntutan rekan rekan Mahasiswa, selanjutnya Polres Kepsul akan gelar perkara untuk mentetapkan satus Hukum perkara serta memberikan kepastian Hukum.

“Kita akan segera menggelar perkara dan ekspos terkait kasus ini, bersama Diskrimsus Polda Maluku Utara, nanti kita sama-sama akan melihat apakah bisa terpunuhi atau sebaliknya SP3,” tutup Wakpolres Kompol Arifin La Ode Buri. (rs)