IMG-20191115-WA0033-700x385

Gelar Pelatihan, Dinas Perikanan Kepsul Kenalkan Asap Cair

Kepsul, Radar IT- Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) meggelar pelatihan hasil tangkapan perikanan.

IMG-20191115-WA0032-700x385

Menariknya, dalam pelatihan tersebut Dinas Perikanan dan Kelautan Kepsul memperkenal Asap cair yang bersal dari cairan asap untuk mengelola ikan asap atau ikan asar kepada 50 peserta.

Kegitan ini, dilaksanakan di Resto Cakalae desa Mangon Kecamatan Sanana Kamis (14/11/2019), dengan menghadirkan 50 Pererta, terdiri dari Nelayan, Pengusaha ikan bakar serta Siswa SMK Desa Malbufa.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Adam Umasugi mengatakan, kegitan pelatihan hasil tangkapan yang diikuti peserta ini, untuk memperkenalkan Asap cair yang berasal dari cairan asap agar merubah minset nelayan dan pengusaha ikan asap segingga proses ikan asap dengan ikan tidak mudah membusuk dan bertahan selama seminggu serta lebih berkualitas.

“kegitan ini, kita mencoba merubah midnset nelayan, pengusah ikan bakar untuk mengunakan asap cair, karena kegunaan asap cair ini adalah untuk kesehatan, juga meningkatkan kulitas dari ikan asap atau ikan asar, yang tadinya hanya bertahan dua hari atau sehari. namaun dengan pengolahan mengunakan asap cair ini, ikan asap bisa bertahan selama dua minggu,” tutur Adam.

“Karena selama ini kita, melakukan secara tradisional dan mengambil ikan hasil tangkapan kemudain menegolah menjadi asapan biasa pakai arang tempurung atau kayu,” tambahya.

Tidak hanya itu, Adam juga menjelaskan bahwa asap cair yaitu bersaal dari proses pemgembunan kayu, batu kelapa, yang dihasilkan dari pembakaran kemudian asap dari tungku pembakaran diorgasnisir dalam Oven melalui pipa hingga menghsilakan asap cair.

Selain itu, untuk pembakaran jenis kayu harus memeliki oroma sehinga mutu dan kualitas ikan asap sangat baik.

“Untuk pengunaaan megunakan batu kelapa atau tempurung kelapa, kayu cemara atau kayu-kayu yang memliki aroma. sehingga asap cair yang berasal dari asap dapat meningkatkan kualitas ikan,” jelas Adam.

Adam berharap kepada nelayan dan pengusaha ikan asap agar mengunakan asap cair, sehinga menjadikan ikan yang bekukaitasa dan higienis.

“Pelatihan ini, di harapkan kedepan khusus untuk nelayan yang mengelolah hasil tanggkapan yang menjadi ikan asap atau ikan asar. Dapat meningkatkan kualistas deversifikasi atau keragaman dari produk ikan asar dengan mengunakan asap cair, dan juga kita akan memberikan penguatan untuk oven yang dapat meningkatkan higienis atau kebersihan dari pada ikan itu,” harapnya. (rs)