Kolaka, Radar IT – Memperingati Hari Anti Narkotika Indonesial 2019, Badan Narkotika Nasional Kolaka mengajak Generasi Millenial untuk Hidup sehat tanpa Narkoba menuju indonesia Emas.

Kegiatan Hani 2019 yang di laksanakan di Aula Remaja Sport Jalan Alam Mekongga Kelurahan Laloeha Kabupaten Kolaka dihadiri Seluruh staff BNN Kolaka, Asisten 1, DPRD Kolaka , Kapolres Kolaka, Dandim 1412 Kolaka, Danlanal, Kepala Rutan Kelas II, Kepala Pengadilan Negeri, Seluruh kepala OPD lingkup pemda Kolaka, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Mahasiswa dan Karang Taruna.

Kepala BNN Kabupaten Kolaka Eryan Noviandi dalam sambutannya mewakili Kepala Badan Narkotika Nasional mengatakan bahwa peringatan HANI 2019 hari ini adalah wujud keprihatinan seluruh dunia sebagai upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika.

” Kita butuhkan gerakan yang masif serta kepedulian dari segala unsur masyarakat sehingga tidak merusak generasi bangsa dalam menuju Indonesia Emas.” ucap Eryan dalam sambutannya, Rabu 26/6/19.

Lanjut Eryan, tahun 2018 telah diungkap 46. 279 kasus Narkotika dan 42 Kasus Tindak pidana pencucian uang yang bersumber dari kejahatan Narkotika.

” Dari kasus tersebut telah di amankan 59.533 orang tersangka kasus Narkotika dan 42 tersangka TPPU. Ini merupakan bukti keseriusan aparat penegak hukum dalam melawan kejahatan dan memberantas jaringan sindikat Narkotika.”

Selain itu menurut Eryan dalam sambutannya, barang bukti yang berhasil di amankan baik berupa aset kendaraan bermotor, properti, tanah, perhiasan dan uang tunai serta uang dalam rekening yang berhasil disita mencapai 171.239.933.282.

” Aset yang di sita ini nantinya akan di mamfaatkan untuk mendukung kinerja aparat dalam hal penegakan hukum tindak pidana Narkotika.” jelas Eryan.

Sedangkan untuk Indonesia, berdasarkan hasil survey 2018 yang dilakukan oleh BNN dan LIPI di 13 Ibukota Provinsi, menyebutkan bahwa pada kelompok pelajar/mahasiswa penyalahguna Narkoba dalam satu tahun terakhir sebesar 3,21% atau setara dengan 2,297,492 orang. Sedangkan pada kelompok pekerja sebesar 2, 1 % atau sejumlah 15.440.000 pekerja ( Sumber data BPS ).

Menurut Kepala BNN Kolaka, bahwa setidaknya ada tiga hal penting yang layak diperhatikan agar hasilnya benar-benar efektif.

Pertama, dalam lingkungan keluarga, yaitu menciptakan hubungan yang harmonis antara orangtua dan anak.

Kedua, dalam lingkungan pendidikan maupun pekerjaan, pendidik berkewajiban memberikan edukasi dan informasi yang benar dan lengkap tentang Narkoba sebagai bentuk antisipasi terhadap penyalahgunaan Narkoba.

Ketiga, dalam lingkungan masyarakat, para tokoh agama, perangkat pemerintahan di semua tingkatan, mulai dari pimpinan tertinggi, aparat penegak hukum, hingga RT/RW harus bersikap tegas dan konsisten terhadap upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Selain itu, untuk membuka wawasan, menambah pengetahuan, dan meningkatkan kesadaran kaum milenial dalam pentingnya perilaku Milenial Sehat Tanpa Narkoba, Menuju Indonesia Emas. tutup Eryan Noviandi. (Andri)
#CegahNarkoba2019
#BrantasNarkoba2019