Hendrata: Kami Ingin Berpolitik Dengan Baik, Tapi Ketika Anda Mengganggu “Kami Siap Lawan”

Kepsul Radar IT – Partai Demokrat Kabupaten Kepulauan Sula dibawah kepemimpinan Hendrata, terus mematangkan kesiapannya jelang Pilkada Serentak pada 2020 dengan menggelar Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab).

Rapat pengurus tersebut digelar di gedung Cakalele, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula yang dihadiri langsung Ketua DPD Demokrat Provinsi Maluku Utara, Hendrata Theis. Kemarin (9/9/2019),

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Malut Hendrata Theis dalam kesempatan itu, mengajak kepada seluruh jajaran pengurus dari tingkat Ranting, PAC hingga DPC untuk fokus memenangkan partai berlambang Mercy itu dan mengajak untuk berpolitik dengan baik

“Kami ingin berpolitik dengan baik, tetapi ketika anda mengganggu pada hal yang tidak mendasar didalam kehidupan kita, dalam berpartai atau organisasi maka kami siap untuk lawan, “tegas Hendrata.

Hendrata juga menyentil dinamika politik Kepsul belakangan ini. Menurutnya, tidak ada pelecehan ataupun politik diskriminasi selama dirinya berkuasa. Hanya saja, kata Hendrata, ada pihak yang sengaja memancing dengan memperkeruh situasi politik.

“Kami tidak mau arogansi, tetapi kalau kami di pancing kami juga siap untuk hal itu, catat baik-baik dan ingat baik-baik bersama rakyat kita tidak akan pernah mundur satu langka pun, “tambahnya yang disambut aplos pengurus yang hadir.

Dia juga mengajak kepada kader partai untuk memimalisir dan meredam dinamika di masyarakat terutama informasi hoaks yang sengaja di sebar. Untuk itu, lanjut Hendrata melalui Rapimcab ini partai perlu melahirkan banyak ide dan strategi untuk memenangkan kandidatnya.

“Berita hoaks harus kita redam, dan berpolitik dengan tidak beretika harus kita lawan, tidak boleh kita biarkan, “tambah Hendrata yang juga Bupati Kepsul itu.

Hendrata juga menyindir beberapa bakal calon yang tidak berada di Sula namun ingin maju sebagai kandidat. Dia bilang, calon kandidat mestinya memiliki gagasan dan ide yang harus di tawarkan kepada masyarakat.

“Apa yang mau di sampaikan kepada masyarakat, karna masyarakat memilih berdasarkan landasan itu (gagasan inovatif, Red), hidup tidak di Sula tapi mengaku saya juga orang Sula, “sindirnya menggunakan bahasa daerah Sula.

Dia lantas meminta agar para bakal calon tidak mengaku-ngaku dirinya berasal dari Kepsul dan memprovokasi masyarakat untuk melakukan demonstrasi. Bahkan, Hendrata juga menegaskan tidak akan memberikan ruang kepada orang-orang yang dianggap mengganggu tatanan masyarakat.

“Koi asal gi soya ak ik pia sua anamehi sa ik (saya sarankan bahwa jangan katakan saya adalah orang Sula berasal dari sini) , kalau gi soya pia sua harus hidup bo sua untuk giyana kit Hai Sua, (kalau merasa orang Sula harus hidup di Sula untuk melihat tanah Sula), janga kemudian mempengaruhi ana mehi demo do macam macam”, tambahnya.

Selain arahan kepada pengurus, Hendrata juga meminta kepada media agar tidak ikut bermain dan proposional memberi Informasi

“Jangan ikut bermain di tengah arus gelombang tetapi kita telah menjadi penyejuk ditengah tengah kepanasan, “katanya

“Sula merupakan barometer politik di Indonesia. Bukan Maluku Utara, itu yang perlu di garis bawahi, “pungkas Hendrata. (RS)