HMI Pulau Buru Ngobrol Pintar, Menakar Ancaman Dekradasi Moral

Namlea, radarinvestigasi.com – Bertempat di Resort Jikumerasa Desa Jikumerasa dilaksanakan kegiatan Ngopi (Ngobrol Pintar) Malam Ahad dengan tema Menakar Ancaman Dekradasi Moral, Upaya Mewujudkan SDM unggul di Kab. Buru yang diselenggarakan oleh HMI Kabupaten Buru. Sabtu 14/03/2020

Hadir dalam giat tersebut Bupati Buru Ramly I. Umasugi, S. Pi., MM/Diwaliki oleh ketua P2TP2a Ibu Hasna Rumagia, Ketua DPRD Kab. Buru M. Rum Soplestuny, Kapolres P. Buru AKBP Ricky P. Kertapati, S.I.K., M. Si, Kasat Reskrim AKP Uspril W. Futwembun, Kasat Intelkam IPTU Sirilus Atajalim, Kepala Kementrian Agama, Tokoh Pemuda Agus Prayitno, Para Pimpinan” OKP, LSM dan Pecinta Alam Kab. Buru.

Adapun Narasumber dalam kegiatan ini yakni Bupati Buru/diwakili oleh Ketua P2TP2a, Kapolres P. Buru, Ketua DPRD, Tokoh pemuda Agus Prayitno

Ketua DPRD Mengatakan, Terkait dengan tema pada malam ini yakni SDM unggul memang sudah menjadi program Nasional yang diusungkan oleh Presiden RI dengan salah satu contohnya dengan pembangunan yang merata.

“Pihak DPRD akan segera mengeluarkan peraturan daerah tentang miras dan meminta bantuan dari teman” mahasiswa agar sama” membantu mendorong penerbitan perda ini, tujuannya adalah untuk meminimalisir degradasi moral demi menciptakan SDM yang unggul di Kabupaten Buru.” Ungkap Ketua DPRD

Kapolres Pulau Buru Ricky Purnama Kertapati S.I.K. M.SI. Mengatakan Terkait dengan degradasi moral yang fenomenal terjadi pada saat ini dilihat dari hal tersebut bahwa termasuk dalam konteks kenakalan remaja, targetnya adalah remaja-remaja yang beranjak dewasa. Awalnya hanya melakukan kenakalan kenakalan seperti merokok dan bolos sekolah itu baru pada tahap awal kemudian meningkat melakukan hal-hal yang menentang seperti memakai narkoba tawuran dan pemerkosaan sehingga apabila dibiarkan setelah dewasa akan menjadi pelaku tindak pidana.

“Kalau misalnya kita masih mengkaji Kenapa mereka masih melakukan karena ada teori yang termasuk dalam rutinitas activity Theory,”tutur Ricky Purnama

Menurutnya, kriminalitas terjadi karena 3 hal yakni :
1. Pelaku termotifasi
2. Adanya target/sasaran empuk
3. Ketiadaan penjagaan

“Tidak mungkin polisi itu selalu bisa hadir di tengah-tengah masyarakat, bukan berarti melepas tangan tetapi kita sudah berupaya semaksimal mungkin agar bisa selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. berbagai upaya Sudah dicoba. kita tidak bisa bekerja sendirian, oleh karena itu kita membutuhkan bantuan dari teman-teman dan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban pada lingkungannya. sehingga dapat mencegah tiga prinsip kriminal tadi yang sudah disampaikan,”jelas Kapolres.

Ketua P2TP2a Mengatakan Sampai saat ini dari pihak P2TP2a sudah mengambil langkah dengan cara bersosialisasi dengan pihak terkait dengan degradasi moral di kalangan remaja.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh pihak P2TP2a menyimpulkan bahwa banyak sekali remaja salah satunya anak sekolah yang sudah terpapar dengan sarana internet, sehingga bnyak sekali remaja yakni anak sekolah yang mengakses web yang tidak seharusnya diakses oleh remaja dan menirukan hal” yang tidak senonoh

Bukan hanya internet yang menjadi salah satu akibat turunnya moral dikalangan remaja tetapi ada yg namanya miras. Dan pada saat ini seperti kasus yg pernah ditangani oleh pihak Kepolisian dan P2TP2a adalah akses untuk mendapatkan miras itu sendiri sangat bebas dijual kepada kalangan remaja maupun anak sekolah

Untuk melakukan pencegahan hal ini, pihak pemda dalam hal ini DPRD Kab. Buru dalam pembuatan perda tentang miras hasus di buatkan juga sangksi. Dan agar disediakan tempt oleh pemerintah agar pelajar yang mendapat tugas (internet) dapat diawasi sehingga akan terwujud internet berbasir moral (internet pintar)

Lanjut Tokoh pemuda Agus Prayitno Mengatakan Ditinjau dari beberapa kasus yang ada rentan degradasi moral itu paling tinggi itu adalah usia produktif itu remaja.
Ada sesuatu hal yang paling menarik dari penyampaian ketua P2TP2a bahwa aktivitas sekolah ah misalkan guru memberikan pelajaran dan memberikan tugas dan mereka mencarinya di internet kemudian disalahgunakan untuk membuka web web yang sudah dilarang seharusnya ini menarik untuk menjadi rekomendasi HMI cabang Namlea dan juga beberapa teman-teman pemuda untuk bisa membuat kegiatan internet sehat,ungkap Tokoh Pemuda.
Melihat fenomena ini saya yakin sungguh bahwa rekan-rekan yang berada di ruangan ini sudah mempersiapkan kayu bakar baru untuk mengganti kayu bakar yang apinya sudah mulai padam Artinya kita harus mempersiapkan generasi-generasi muda yang berbobot atau yang berkualitas demi untuk melanjutkan generasi-generasi pada saat ini.
Setalah paparan materi yang disampaikan oleh para narasumber dan dilanjutkn dengan forum diskusi bibuka oleh moderator.

Laporan. fer