IMG_20191128_193706-700x385.jpg

Ini Ketegasan Wakapolda Sulsel, Jika Melanggar Akan Dikenakan Sanksi

Sulsel, radarinvestigasi.com – Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Drs Adnas menyerukan kepada personilnya untuk berpenampilan pola hidup sederhana, sebagaimana pesan Kapolri khususnya pesan bagi para pimpinan agar menjadi contoh bagi para Brigadir dan bawahan lainnya.

“Jangan tonjolkan pola hidup mewah diantara rekan kerja, maupun masyarakat, persolan rezeki adalah rahasia Tuhan,” ungkap Wakapolda saat memipin apel pagi di Lapangan Apel Mapolda Sulsel, Senin (25/11/19).

Sebagaimana diketahui Mabes Polri telah mengeluarkan Surat Telegram Nomor: ST/30/XI/HUM.3.4/2019/DIVPROPAM. Sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Idham Aziz, arahan tersebut terkait peraturan disiplin anggota Polri soal kode etik profesi.

Dalam TR tersebut disebutkan bahwa Polri sebagai alat negara bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat harus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Hal tersebut tentunya melalui penerapan pola hidup yang sederhana dengan tidak bergaya hidup mewah, menunjukkan hedonisme dalam kehidupan sehari-hari, baik di internal institusi Polri maupun kehidupan bermasyarakat.

Masih dalam isi Surat Telegram, berkaitan dengan hal tersebut di atas, Pegawai Negeri pada Polri harus menyesuaikan kemampuan ekonomi sebagai cerminan sifat prihatin untuk mencegah terjadinya kesenjangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, dalam rangka mewujudkan aparatur negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotime, agar memedomani pola hidup sederhana.

Imbauan lainnya agar anggota Polri tidak mengunggah foto atau video yang menunjukkan hedonisme pada media sosial, dikhawatirkan menimbulkan kecemburuan sosial.

Surat Telegram itu adalah batasan kepolisian, sehingga Kapolri menggaungkan imbauan itu ke 480 ribu personel polisi. Ada tujuh poin pedoman pola hidup sederhana, yakni:

Tidak menunjukkan, memakai, memamerkan barang-barang mewah dalam kehidupan sehari-hari baik dalam interaksi sosial di kedinasan maupun di area publik;

Senantiasa menjaga diri, menempatkan diri (dengan) pola hidup sederhana di lingkungan internal institusi Polri maupun kehidupan bermasyarakat;

Tidak mengunggah foto atau video pada medsos yang menunjukkan gaya hidup yang hedonis, karena dapat menimbulkan kecemburuan sosial;

Menyesuaikan norma hukum, kepatuhan, kepantasan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal;

Wakapolda mengimbau agar menggunakan atribut Polri yang sesuai dengan pembagian, untuk penyamarataan

“Pimpinan, kasatwil, perwira dapat memberikan contoh perilaku dan sikap yang baik (dengan) tidak memperlihatkan gaya hidup yang hedonis terutama Bhayangkari dan keluarga besar Polri,” tegas Wakapolda.

“Dikenakan sanksi yang tegas bagi anggota Polri yang melanggar,” pungkasnya. (AT)