Screenshot_20191016-082958_1-700x400

Jaga Kondusifitas Wilayah, Pangdam VI/Mlw Bersama Kapolda Kaltim Lakukan Komsos Dengan Warga PPU dan Paser 

Penajam, radarinvestigasi.com – Untuk menjaga situasi tetap kondusif pasca terjadi penikaman terhadap pelajar SMK Pelita Gama pekan lalu yang terjadi di Coastal Road Pantai Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Pangdam VI/Mlw bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto melakukan Komunikasi Sosial (Komsos) dialogis dengan warga PPU dan Paser

Komsos tersebut melibatkan berbagai komponen seperti Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud, DPRD Kabupaten Paser, Sejumlah Pejabat Kodam VI/Mlw, Jajaran Kodim 0913/PPU, Jajaran Polres PPU, Polsek Long kali, Tokoh Adat dari berbagai suku, ormas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama di Aula Kantor Pemkab PPU, 15/10/2019

Screenshot_20191016-083206_1-700x400

Diketahui sebelumnya, korban penikaman tersebut merupakan warga Desa Muara Toyu, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, terlibat perkelahian dengan beberapa remaja warga PPU yang mengakibatkan korban meninggal dunia

Dari kejadian tersebut, beredar isu yang mengarah kepada SARA yang dapat berdampak kepada konflik sosial di masyarakat

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Pangdam VI/Mlw bersama Kapolda Kaltim serta sejumlah pihak terkait melakukan Komunikasi Sosial Dialogis dengan para tokoh agama, tokoh adat, dan ormas

Screenshot_20191016-083059_1-700x400

Komsos tersebut dilakukan dengan tujuan agar warga baik dari Kabupaten PPU dan Kabupaten Paser tetap menjaga kondusifitas dan tidak mudah terprovokasi dengan adanya isu-isu yang dapat mengakibatkan konflik sosial di masyarakat

Dari hasil Komsos dihasilkan kesepakatan bersama diantaranya, menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut sesuai proses hukum dan Undang-Undang yang berlaku, tidak akan terpancing dengan isu-isu yang mengarah kepada gangguan kamtibmas, siap bekerjasama dengan pihak keamanan yang ada di Kabupaten PPU dan Kabupaten Paser untuk meminimalisir terjadinya konflik yang berujung SARA, serta mensosialisasikan dan menginformasikan kepada teman, keluarga dan masyarakat untuk tidak melakukan aksi dan pengerahan massa yang dapat mengganggu kondusifitas wilayah Kabupaten PPU dan Kabupaten Paser

Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto menyampaikan, kegiatan Komsos tersebut dilakukan sebagai bentuk silaturahmi bersama, dari silaturahmi tersebut menghasilkan kesepakatan akan menyelesaikan segala permasalahan yang sedang terjadi kepada penegak hukum

Pangdam VI/Mlw mengatakan, peristiwa yang sedang terjadi merupakan ujian kecil dimana kedepannya Kabupaten PPU akan menjadi Ibukota Negara (IKN)

“Saya berharap kedepannya setiap masalah-masalah agar dapat diselesaikan dengan asas musyawarah dan mufakat untuk tetap menjaga kerukunan antar suku, agama, dan menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika,”ujar Mayjen TNI Subiyanto

Sementara itu Kapendam VI/Mlw Kolonel Kavaleri Dino Martino, S.I.P menerangkan, berkaitan dengan komunikasi sosial dialogis ini merupakan wadah dan ruang yang tepat untuk dapat saling memberikan timbang saran, kesepahaman, sekaligus sebagai sarana mediasi bila sewaktu-waktu terjadi potensi konflik yang menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan)

Terkait peristiwa yang sedang terjadi, telah beredar isu di masyarakat terkait kasus kriminal yang melibatkan para pelajar beberapa waktu yang lalu dikaitkan dengan isu SARA yang dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab

Sehingga berlatar dari peristiwa tersebut, agar tidak menimbulkan potensi ketersinggungan SARA, maka diadakanlah pertemuan dan mediasi dalam bentuk silaturahmi komunikasi dialogis ini

“Komsos ini untuk meluruskan isu-isu yang beredar di masyarakat, terkait peristiwa penikaman yang terjadi pada pelajar SMK Pelita Gama merupakan tindakan kriminal, tidak ada kaitannya dengan SARA. Para pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku,”ujar Dino Martino

“Saya juga berharap dengan kesepakatan yang telah dilakukan melalui silaturahmi komunikasi sosial dialogis ini, isu SARA dapat kita cegah sejak dini. Masyarakat harus bisa menyikapi dengan bijak terkait isu-isu yang beredar, baik di lingkungan maupun melalui Media Sosial.”tutupnya

Sumber : Pendam VI/Mlw