P_20191029_104658_1_1-700x400

Jasindo Gelar Sosialisasi Asuransi Ternak Sapi Di Marang Kayu

Marang Kayu, radarinvestigasi.com – Mengingat tingginya resiko kematian dan pencurian ternak sapi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Jasindo menggelar Bussiness Matching Fasilitas Akses Keuangan Peternak Sapi binaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Kaltim

Sosialisasi kali ini digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) kantor Kecamatan Marang Kayu dan dihadiri sekitar 100 peternak sapi  29/10/2019

P_20191029_105518_1-700x400
Photo : M Faktul Anam

Usai membawakan materi M Faktul Anam, bidang Pelayanan Usaha dan Pembiayaan Peternakan Dinas Peternakan Pemprov Kalimantan Timur menyampaikan, sosialisasi yang digagas Oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dimana Dinas Peternakan membantu serta mensukseskan sosialisasi tentang pentingnya peran asuransi dalam memberikan ketenangan berusaha ternak sapi

Menurut  Faktul Anam, Masyarakat petani ternak sapi di Marang Kayu sangat menyambut baik kehadiran asuransi ternak sapi oleh PT Jasindo, ini bisa terlihat dari antusias masyarakat yang hadir pada kegiatan sosialisasi ini

“Data saat ini tercatat lebih dari 300 sapi yang diasuransikan 80% berasal dari masyarakat petani ternak sapi Kecamatan Matang Kayu,”kata Faktul

Apalagi lanjut Faktul, asuransi ternak sapi yang digulirkan sejak 2016 akan banyak penyempurnaan terutama pada sistem aplikasinya

“PT Jasindo yang merupakan BUMN yang ditunjuk tentunya akan melakukan penyempurnaan sistem aplikasi sehingga lebih memudahkan masyarakat petani,”harapnya

Faktul memaparkan, dengan aplikasi Sistem Informasi Asuransi  Pertanian (SIAP) yang ada saat ini, masyarakat petani bisa melakukan pendaftaran dan pembayaran premi maupun klaim melalui android ataupun komputer secara langsung

Adapun besaran premi juga tidak memberatkan petani karena premi asuransi untuk sapi hanya 2% dari harga pertanggungan sebesar Rp10.000.000.per ekor, yakni Rp 200.000 per tahun dan bantuan premi dari pemerintah sebesar 80 % atau Rp 160.000 per ekor per tahun dan sisanya 20 % atau Rp 40.000 per ekor per tahun dari swadaya peternak,”jelasnya (Ar)