Buru, Radar IT – Kades (Pjs) Desa Wailawa Kecanatan Batabual Kabupaten Buru melaporkan kepala Sekolah SMAN 11 ke Polres Pulau Buru atas dugaan kegiatan pungli terhadap 33 siswa peserta ujian nasional.

“Saya beserta orang tua siswa telah melakukan pelaporan pada Polres Pulau Buru pada 22 Maret 2019. Dan tadi kami sudah dipanggil untuk dimintai sejumlah keterangan,” kata Pjs Kades Wailawa, Ademan Laitupa S.Pd, Senin, 8/4/2019.

“Tadi juga kami dimintai beberapa alat bukti, sebagai bukti permulaan untuk tindak lajut,” tambah Aderman.

Aderman mengungkapkan, besar pungutan yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap 1 org siswa sebesar Rp . 700.000 dengan dalih untuk pembayaran uang ujian nasional. Bukan itu saja, ada juga biaya pinjam pakai laptop untuk fasilitas pelaksanaan ujian nasional dengan total Rp.100 .000. Maka dengan perlakuan kepsek La Arif Ani S.Pd tersebut orang tua siswa pada sekolah tersebut dirugikan sekitar Rp .26.100 . 000,- ungkapnya.

“Tidak sampai disitu sasa tindakan atau kasus kepsek tersebut juga diduga telah melakukan penyalahgunaan kewenangan secara sewenang – wenang telah melakukan pemberhentian atau pemecatan terhadap 11 orang guru honorer pada sekolah SMAN 11 Buru yang sudah memiliki SK dari Finas P & K Provinsi mmaluku sebagai landasan hukum , proses pemberhentian atau pemecatan tersebut dinilai karna ada unsur kebencian dari kepsek kepada 11 orang guru tersebut,” ujar Aderman.

Pjs Kades Wailawa, Ademan Laitupa pada Tim Liputan investigasi Radar IT mengatakan, ” Kami pemerintah desa beserta orang tua siswa yang merupakan warga Desa Wailawa merasa sangat kecewa dan dirugikan dengan tindakan yang dilakukan oleh oknum kepsek tersebut maka, olehnya itu untuk mencegah tindakan kejahatan kepsek tersebut terulang lagi maka saya atas nama pjs Kades setempat mewakili orang tua murid telah melakukan pelaporan kepihak kepolisian dan telah menyerahkan bukti – bukti dan sejumlah keterangan dari orang tua murid,” imbuhnya.

“Harapan kami semoga pihak Kepolisian selaku penegak Hukum untuk segera menangkap atau memenjarakan kepsek tersebut yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan masyarakat,” harapnya.

Aderman juga meminta kepada Dinas P & K Provinsi Maluku agar segera mengambil sikap tegas segera nemberhentikan oknum Kepsek La Arif Ani S.Pd tersebut dan segera mengantikan kepsek baru pada sekolah SMAN 11 tersebut

“Ini demi mengantisipasi tindakan anarkis dari orang tua murid dan masyarakat di dDesa Wailawa, ” pungkas pjs Kades Wailawa.

Laporan: Jhon