IMG-20191201-WA0032-700x390.jpg

Kadiskes Bantah, Penderita HIV Urutan ke Dua di Kepsul

Kepsul, Radar Investigasi.Com – Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Sula M. Irvan Pora membantah keras jika penderita HIV/AIDS di Kepulauan Sula adalah urutan ke dua di Provinsi Maluku Utara.

IMG-20191201-WA0033-700x390.jpg

Menurut Kadiskes Sula M. Irvan Pora bahwa informasi tersebut tidak benar adanya.

“Kepsul tidak mungkin ada di urutan kedua angka HIV/AIDS tertinggi di 10 Kabupaten Kota yang ada di Malut,” bantahnya

“Penyakit menular yang dikenal dengan HIV/AIDS di Kepulauan Sula hanya mencapai 25 kasus, jika adanya isu kalau Sula masuk pada urutan kedua tertinggi HIV/AIDS, maka bagi saya itu hanya rumor atau tidak benar,” kata Irvan usai menggelar Hari HIV/AIDS se-Dunia di taman Kota Sanana, Minggu (1/12/2019).

Irvan mengatakan, masih ada kabupaten dan kota lain yang jumlah penderitanya lebih banyak daripad Kepulauan . Ivan mengaku menyayangi informasi yang tersebar tanpa menggunakan data yang falid. Untuk itu, dia mengajak kepada semua pihak untuk turut menaruh perhatian terkait masalah tersebut.

“Dinas Kesehatan Kepsul rencananya akan membentuk Komisi Penenganan HIV AIDS yang melibatkan pihak-pihak terkait, karena masalah ini bukan hanya tanggung jawab kami sendiri, tapi tanggung jawab kita semua, ” ujarnya.

Selain itu lanjut Ivan, pihaknya juga selalu malakukan pengawasan terhadap penggunaan jarum suntik.

“Faktor resiko kami dari Dinkes selalu melacak penggunaan jarum suntik, “tambahnya.

Sementara, Direktur LSM Rorano, Asgar Saleh mengungkapkan, kasus HIV dan AIDS untuk Sula berada di posisi ke tujuh dari 10 kabupaten/kota di Malut. Dari datanya, jumlah penderita yang ditemukan berjumlah 36 kasus yang terdiri dari 15 positif HIV dan 21 AIDS.

”Angka ini sesuai yang ditemukan tapi menurut saya jumlahnya bisa lebih banyak jika ada pemeriksaan atau test HIV yang rutin dilakukan karena wilayah Sula sangat terbuka secara geografis dan perpindahan penduduk keluar atau masuk termasuk tinggi, belum lagi TKA,” papar mantan anggota DPRD Kota Ternate itu.

Asgar katakan, masyarakat mestinya lebih proaktif dengan melakukan tes secara mandiri tanpa menunggu pemeriksaan dari Dinkes maupun pihak medis lainnya. Jadi, kata Asgar, Dinkes sendiri tetap memfasilitasi.

”Semua kembali ke kesadaran masyarakat untuk datang memeriksa,” pungkasnya.(rs)