PhotoPictureResizer_191206_221732923_crop_929x812-700x390

Kajari Weda Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Tipikor Lahan GOR

Halteng, Radar Investigasi – Sekjen LSM Gele – Gele Kabupaten Halmahera Tengah, Ahkamil Hamid menilai Kajari Halteng lambat dalam menangani kasus korupsi pembebasan lahan GOR Fagogoru. Pasalnya, hingga kini belum ada titik terang dalam pengembangan dugaan kasus tindak pidana korupsi lahan GOR itu.

Untuk itu diminta ketegasan dari pihak Kajari Halteng, agar jangan pernah menjadikan hukum ibarat pisau tajam kebawa tumpul keatas. Selain itu kami pun berharap agar pihak Kajari Halteng serius dalam menangani kasus dugaan korupsi lahan GOR yang telah di lakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” ucap Sekjen Jumat, (06/12/2019) siang tadi di desa Were Kecamatan Weda.

Menurut Ahkamil, mestinya dalam penanganan kasus dugaan tipikor pembebasan lahan GOR yang telah menetapkan satu tersangka M Syukur Abbas alias Rani yang nota bene sebagai staf itu sudah ada perkembangan serta penambahan tersangka lainnya sesuai pernyataan penyidik Kajari Weda melalui media baru – baru ini,” ujarnya.

Tetapi fakta dilapangan sampai saat belum ada perkembangan dan penambahan tersangka lainnya. Oleh karena itu Kasi Pidsus Jeffri Andi Gultom SH diminta untuk membuktikan penyampainnya. Jangan hanya asal bicara, karena masyarakat butuh bukti nyata sesuai dengan pernyataan yang di sampaikan,” pintahnya.

Sebab lanjut Sekjen, kasus lahan GOR ini sudah menjadi konsumsi publik sekaligus masyarakat mengikuti perkembangannya. Untuk itu, Kajari Weda diminta menegakkan keadilan dan kebenaran, serta ketegasan dari Kajari Weda dalam dugaan kasus korupsi lahan GOR ini,” tuturnya.

Terpisah Kasi Pidsus Kajari Weda Jeffri Andi Gultom SH, dikonfirmasi via pesan singkat Jumat, (06/12/2019) siang tadi meyampaikan bahwa dalam dugaan kasus Tipikor ini hingga kini belum ada perkembangan. “Masih seperti yang dulu,” jelasnya singkat,” (Ode)