Soppeng, Radar IT – Kapolres Soppeng AKBP Dedy Dewantho, S.Ik mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Soppeng agar ketika menerima berita atau informasi agar di cek terlebih dahulu kebenarannya,

“Masyarakat apabila menerima berita atau informasi jangan langsung di telan mentah mentah. Cek dulu kebenarannya jangan cepat cepat mensharing berita Hoax,” kata AKBP Dedy Dewantho, Jumat 15/3/2019.

Menurut mantan Biro SDM Polda Gorontalo ini, Di era digital saat ini pengguna Informasi dan media daring atau sosial media di dominasi oleh kaum Milenial melalui gadget, semua informasi begitu mudah dan cepat di akses tanpa batas.

Olehnya itu, lanjutnya, untuk menyelamatkan kaum Milenial atau lainnya dari penyesatan informasi dan berita Hoax Polres Soppeng tak henti hentinya melakukan berbagai upaya untuk menangkal berita Hoax.

“Polri juga telah membentuk Tim Cyber Crime dan telah merayapi lalu lintas dunia maya. Walaupun pelaku kejahatan Dunia Maya telah menghapus akunnya namun berkat kerjasama dengan semua Stakeholder pelaku bisa terdeteksi,” ungkapnya.

“Pelaku penyebar Hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE. Di dalam pasal itu disebutkan, Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 Milyar.” pungkas pecinta Gowes ini.(AT)