Kaltara, radarinvestigasi.com – Krisna Djelani, Konjen RI di Kota Kinabalu menjelaskan, ada 2 WNI bekerja pada Majikan di Malaysia yang disandera oleh kelompok bersenjata dari Filipina Selatan pada 5/12/2018.

“Kami belum dapat info mengenai keadaan sandera saat ini. Upaya pembebasan 2 WNI tersebut masih terus berlangsung. Kita juga meminta pihak aparat pemerintah Malaysia turut mengupayakan pembebasan tersebut,” ujar Krishna Djelani, saat dikonfirmasi oleh jurnalis media ini, Kamis (21/2/2019)

Namun dalam Sebuah Video Viral di Media Sosial baru-baru ini menampilkan dua orang yang disandera oleh Kelompok Abu Sayyaf. Dua Warga Negara Indonesia yang disandera. Dari video yang viral tersebut, diduga dua WNI yang disandera itu adalah warga Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Indonesia.

Dalam video tersebut, Salah seorang sandera diancam menggunakan sebilah parang dilehernya oleh salah seorang anggota kelompok Abu Sayyaf bersama kawanannya bersenjata laras panjang. Ke dua sandera dikenakan penutup mata berwarna hitam dan telanjang dada.

Dalam video amatir tersebut, Sandera meminta pertolongan Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo agar dapat membebaskannya. Kedua sandera yang belum diketahui identitasnya terekam dalam video amatir berdurasi 30 detik yang menjelaskan asal negara serta profesi mereka sebagai nelayan yang sehari-hari beroperasi di negeri Sabah Malaysia.

“Saya adalah warga negara Indonesia, pekerjaan saya nelayan di Sabah, Sandakan. Saya kena tangkap oleh Abu Sayyaf dilaut Sandakan. Saya minta perhatian pemerintah negara Republik Indonesia terutama Presiden dan Bapak si Dadang yang mengurus”, penjelasan sandera dalam Video amatir tersebut. (Syah)