IMG_20191208_103209-700x390

Kinerjanya Petugas Dinas Sosial Pemkab Halteng Patut Dipertanyakan

Halteng, Radar Investigasi – Mantan Kordinator Kesejahteraan Kabupaten Halmahera Tengah Alfaris Djailan Sabtu, (07/12/2019) sore kemarin hingga kini masih mempertanyakan kinerja petugas Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Halteng terkait dengan validasi data penerima manfaat program BPNT PKH kembali.

Pendataan itu kembali dilakukan agar tidak ada salah paham. Soalnya, kata Alfaris, dengan adanya keluarga yang tidak menerima manfaat BPNT, sedang diusahakan untuk bisa mendapatkan bantuan tersebut.

“Kemarin dalam penyerahan manfaat BPNT di Desa Gemaf Kecamatan Weda Tengah ada sejumlah warga setempat yang menjadi pembanding masalah tidak menerima manfaat BPNT,”ungkapnya.

Sementara itu tambahnya, terdapat lima orang warga Desa Gemaf Kecamatan Weda Tengah yang tidak pernah menerima keluarga harapan selama 1 (satu) tahun. Mereka adalah Rispa Masambe (tidak ada saldo) saat mengambil di Bank BRI, Frenike Trobe 1 (satu) tahun tidak ada saldo, Dorsila Lube dan Astika Nusu juga sama ditambah lagi dengan Fince Hamisi.

Selain itu ujar Alfaris Djailan, ada tiga nama PKH lama yang hingga kini tak lagi menerima bantuan itu, padahal mereka punya buku rekening dan kartu. Ketiganya adalah Sherly Damunu, Larina Waifli dan Yuliana Saure.

“Terdapat salah satu nama penerima KPM yang sudah meninggal dunia yakni bapak Esrom Loha yang hingga kini namanya masih disebutkan oleh petugas Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam penyerahan BPNT – KPM Sabtu sore tadi,” ungkapnya.

Dari temuan ini yakni bapak Esrom Loha yang telah meninggal dunia sejak lama saja masih terdaftar sebagai PKM. Ini menunjuk kinerja petugas Dinas Sosial patut diragukan dan dipertanyakan. Dan dinilai terbukti Dinsos Pemkab Halteng tidak melakukan verifikasi dan validasi data di lapangan.

“Lihat saja selalu muncul masalah saat pembagian KPH dilapangan,” terangnya. (Ode)