Kolaka,Radar IT – Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Kolaka dengan tegas menolak sistem tiket terpadu yang diperjual belikan di loket pelabuhan Penyeberangan Ferry Kolaka – Bajoe

Hal tersebut diungkapkan Kepala UPP Kelas IIII Kolaka, Hasfar, SE saat di temui diruangannya. Kamis 16/5/2019

Menurutnya, sistem tiket terpadu tersebut sangat tidak efisien karena setiap penumpang yang membeli tiket tidak dicantumkan nama kapal dan jadwal kapal yang akan dinaiki penumpang

“Saya orang yang pertama tidak setuju dengan tiket terpadu ini, karena tidak efisien. Saya sudah sampaikan kepada ASDP dan operator kapal agar meninjau kembali tiket terpadu tersebut,  meskinpun ada Peraturan Menterinya (Permen).”ujar Hasfar

Dijelaskannya, dengan adanya tiket terpadu ini banyak problem yang terjadi dilapangan, diantaranya ketika penumpang membeli tiket semua ekonomi, dan ketika sudah dikapal masih dikenakan biaya tambahan

“Mau naik kapal apa, berangkat jam berapa, semua tidak dicantumkan, inilah penyebab terjadinya penumpukan penumpang dikapal terakhir,”paparnya

Tiket terpadu juga menurut Hasrat, menjadi salah satu penyebab penumpukan penumpang dikapal terakhir, karena orang yang memiliki tiket tidak bisa dicegah naik kapal

Saat rapat kemaren, Hasfar mengaku telah menyampaikan ke ASDP agar operator kapal segera bersurat ke Dirjen Perhubungan Laut agar Permen tersebut direvisi

Hasfar juga menambahkan dalam waktu dekat akan ada perubahan jadwal penjualan tiket sesuai dengan hasil rapat, menurutnya selama ini penjualan tiket tidak memiliki batas waktu.

“Sesuai hasil rapat kita akan tentukan batas waktu penjualan tiket. Dari pukul 08.00 – 16.00 Wita. Jadi tepat pukul 16.00 Wita loket penjualan tiket penumpang dan mobil sudah ditutup.” tegas Hasfar

“Wacana kedepannya sebelum kapal berangkat penumpang dan mobil yang hendak menyeberang akan kita kumpul dulu baru kita bagi setiap kapal, sehingga ada pemerataan. Sehingga tidak terjadi lagi penumpukan penumpang di atas kapal,”pungkasnya. (Andri)