P_20200205_140935_p-700x400

Kurang Pengawasan, Pembuatan Parit Di Sambera Baru Diduga Asal Jadi

Kukar, radarinvestigasi.com – Diduga akibat Kurangnya pengawasan, pengerjaan pembuatan parit di Desa Sambera Baru Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kertanegara terkesan asal jadi

Hal tersebut disampaikan salah seorang warga di Desa Sambera Baru, Nonci (42) saat ditemui dilokasi 4/2/2020

Menurutnya pembuatan parit yang dilaksanakan oleh Pemdes Sambera Baru, sepanjang 90 meter di RT 05 dikerjakan asal jadi karena kwalitasnya sangat meragukan

“Diduga ada manipulasi anggaran, dengan mengurangi volume material dan komposisi campuran pasir serta semen, sehingga kwalitasnya sangat tidak layak,” kata Nonci 4/2/2020

“Jika campuran material bagus tidak mungkin seperti ini,di korek- korek pake kuku aja sudah terkupas begini, yang jelas semenya ini sangat kurang,”ketusnya

“Anggaran 119 juta jadi begini, sedangkan kalau seperti ini jadinya jika mau dihitung habisnya paling nggak sampai 30 juta lalu sisanya kemana,” jelasnya

Selain itu kata Nonci,pembuatan parit ini juga diduga tidak sesuai RAB karena parit ini tidak ada lantainya yang ada cuma dinding parit

Sebagai warga jelas Nonci, dia meminta tim untuk segera turun kelapangan agar anggaran yang digunakan khususnya di desa Sambera tidak terbuang begitu saja dan jangan sampai hanya dinikmati segelintir oknum yang meraup keuntungan dari proyek ini

Lanjut, Nonci juga mengatakan jika tidak ada perhatian dari pihak pembuatan parit ini dirinya akan melaporkan ke aparat penegak hukum atas indikasi manipulasi material

“Kami masyarakat khususnya disekitar sini merasakan pekerjaan ini tidak layak, dan jelas sebagai warga negara merasa dirugikan,”pungkasnya

Ditempat terpisah, Firdaus selaku pejabat sementara (Pjs) di Desa Sambera 2019 lalu, mengakui pembuatan parit di RT 05 merupakan anggaran DD tahap II tapi baru sempat dikerjakan di tahap III

“Kami mengerjakan proyek tersebut sudah sesuai dengan volume RAB, adapun jika ada masyarakat yang menilai tidak sesuai kami juga kurang paham karena telah selesai verifikasi di Kecamatan,”kata Firdaus 6/2/2020

Terkait tidak adanya lantai parit Firdaus menjelaskan, sebenarnya lantai parit sempat dikerjakan tapi pada saat itu musim hujan mungkin habis terkikis air,”jelasnya

Untuk itu Firdaus, berharap jika ada masyarakat kurang puas terkait kegiatan selama dirinya menjabat di Desa Sambera sebaiknya disampaikan secara langsung untuk menghindari kesalah pahaman,”pungkasnya (*Ar)