Lahan SDN 016 Belum Dibebaskan, Ini Penjelasan Kades Beloro

Kukar, radarinvestigasi.com – Penyebab lahan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 016 Desa Beloro Kacamatan Sebulu Kabupaten Kukar belum dibebaskan terungkap setelah Anut Dahlan Bin Dambong yang mengaku sebagai pemilik lahan mengancam akan menutup sekolah

Rencana aksi menutup SDN 016 yang akan dilakukan oleh Anut Dahlan disebabkan karena sejak tahun 1982 diatas lahan miliknya telah dibangun Sekolah namun sampai saat ini belum pernah mendapat ganti rugi lahan dari pemda setempat dan telah dilakukan mediasi berulang kali bahkan sudah pernah dibahas di DPRD beberapa waktu yang lalu

P_20200312_112841_p-700x400
Gedung SDN 016 Ngadang Desa Beloro Kukar

Anut Dahlan mengaku bahwa tanah seluas 23 x 60 yang diatasnya telah dibangun sekolah adalah miliknya, dengan dalih bukti tanam tumbuh berupa pohon karet

Menurut Kepala Desa Beloro Muhammad Muhtar, permasalahan lahan sekolah sempat berlarut- larut ini disebabkan karena pak Anut Dahlan yang selama ini mengaku sebagai pemilik lahan belum memiliki legalitas tanah

P_20200312_120524_p-700x400
Photo bersama para tenaga pendidik SDN 016

“Pak Anut belum ada surat, hal inilah yang membuat permasalahan jadi berlarut- larut,”kata Muhtar usai pertemuan mediasi di kantor kepala sekolah SDN 016,kamis siang 12 maret 2020

Namun demikian lanjut Muhtar, Pihaknya tetap mengapresiasi jika memang ada hak warga, dan selaku kepala Desa tetap akan membatu warganya yang ingin mengurus surat keterangan tanah sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Lebih lanjut Muhtar juga mengungkapkan, bahwa sepengetahuan dirinya pihak sekolah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara sampai saat ini juga belum memiliki legalitas tanah namun telah dibangun sekolah,”ungkapnya

Adapun keputusan pertemuan hari ini kata Muhtar, pak Anut menunda untuk melakukan aksi penutupan sekolah sambil mencari solusi yang terbaik,”tutupnya

Ditemui terpisah, Kepala Sekolah SDN 106 Ngadang Desa Belora,Khayatun S.pd. membenarkan jika sekolah memang belum memiliki legalitas tanah, hal ini juga membuat program pembangunan maupun peningkatan sarana dan prasana sekolah jadi terganggu

“Sekolah kami belum ada legalitas lahan pak, jadi sekolah kami susah mendapat bantuan dana baik APBD maupun APBN,” keluhnya

” Seperti inilah kondisi sekolah bisa dilihat sendiri, meski aktifitas belajar bisa berjalan tapi masih banyak keterbatasan karena sejak dibangun tahun1982 sampai sekarang sulit mendapat bantuan dana (anggaran – red) karena selalu dipertanyakan surat tanahnya,”ujar

Khyatun Berharap, persoalan lahan sekolah secepatnya bisa diselesaikan agar aktifitas sekolah dapat berlangsung dengan baik, dan sekolah bisa dibenahi sehingga sama dengan sekolah lainya yang ada di Kabupaten Kutai Katanegara,” harapnya

Hadir dalam pertemuan dalam rangka mediasi untuk membahas adanya permasalahan lahan antara Anut Dahlan dengan pihak sekolah Antara lain Kapolsek Sebulu, Iptu Ishaq SH, pemerintahan Desa Belora,Dinas Pendidikan,Tokoh masyarakat dan beberapa guru SDN 016 (Ar)