IMG_20200208_193553-700x375

LBH Cita Keadilan, Advokasi Korban Penipuan Travel Penyelenggara Haji

PARE-PARE, RADAR INVESTIGASI.COM – Masih segar diingatan kita, berita di media elektronik, cetak dan On line korban penipuan jamah Haji Philipina, ternyata korbannya ada dimana mana, termasuk di Pare pare.

Ironisnya korban-korban penipuan oleh Penyelenggaraan Jamaah Haji
tersebut belum mendapatkan pengembalian uang dari pelaku sekalipun pelakunya telah mendapatkan vonis 1 bulan penjara di Pengadilan Negeri Pare Pare.

Sekitar 20 perwakilan korban menyampaikan harapan agar uangnya dapat kembali, namun setelah berupaya menemui penanggungjawab pemberangkatan jamah haji hanya dijanji saja.

“Hanya dijanji janji saja bahkan menantang untuk dilaporkan saja,” kata salah seorang korban, Sabtu (8/2/2020).

Dihadapan tim LBH Cita keadilan, para korban menyayangkan tidak adanya funismen yang diberikan kepada pelaku, hukumannya pun relatif ringan yaitu 1 bulan, Padahal ancam dalam pasal 63 ayat 1 uu nomor 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan ibadah haji 4 tahun.

Abdul Rasyid, SH Direktur LBH cita keadilan sangat menyayangkan keputusan tersebut sangat tidak adil bahkan belum pernah eksekusi terhadap pelaku.

“Ini adalah pembangkangan hukum, jangan jangan ada yang main dalam kasus tersebut,” tegasnya.

Atas kasus ini Tim LBH akan segera melaporkan ke Polda Sul Sel atas penipuan travel Jamaah Haji tersebut.

“Minimal ada solusi atas korban-korban yang mencapai 60 orang tersebut, khusunya tanggung jawab pelaku Hj.H,” pungkas Ketua LBH Cita Keadilan.

Sampai berita ini diterbitkan belum ada pihak travel Jamaah Haji Shaykh Abdullah S. Yunos tersebut dapat dikonfirmasi terkait keluhan ini akses komunikasi masih tertutup. (AT)