IMG-20191213-WA0005_1-700x400

Lindungi Pekerja Jasa Kontruksi, BPJamsostek Perkuat KSO dengan OPD Pemkot Balikpapan

Balikpapan, radarinvestigasi.com — Upaya melindungi pekerja jasa konstruksi, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Kantor Cabang Balikpapan perkuat Kerja Sama Operasional (KSO) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan. Acara ini berlangsung di Rumah Jabatan Walikota Balikpapan, Kamis, 12/12/2019

KSO ini bertujuan untuk melakukan komitmen bersama yang dituangkan dalam rumusan antara BPJamsostek dengan seluruh OPD yang memiliki mitra kerja dibidang jasa kontruksi untuk melindungi seluruh pekerja/buruh mulai dari awal pengerjaan proyek sampai pemeliharaan

IMG-20191213-WA0004_1-700x400_1576196392953

Kepala Bidang Kepesertaan, Korporasi dan Institusi BPJamsostek Kantor Cabang Balikpapan, Murniati mengatakan, KSO tersebut adalah untuk memperkuat komitmen antara BPJamsostek dengan OPD dilingkungan pemerintah kota Balikpapan untuk melindungi seluruh pekerja jasa kontruksi dari mitra pemerintah dengan perlindungan jaminan sosial

“KSO ini adalah yang kedua kali di gelar bersama OPD pemerintah kota Balikpapan, hal ini maksudkan untuk memperkuat komitmen dengan semua OPD yang memiliki mitra di bidang jasa kontruksi, seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan, ” ujar Murniati

Saat ini, kata Murniati, hanya Dinas Pekejaan Umum yang sudah 100 persen menjalankan aturan tersebut dengan memberikan kewajiban kepada pihak penyedia jasa konstruksi/kontraktor untuk mendaftarkan pekerjanya kepada BPJamsostek ketika akan memulai pengerjaan proyek

Penyedia jasa konstruksi/Kontraktor diwajibkan mendaftarkan seluruh pekerja/buruh kepada BPJamsostek minimal dua program, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)

Syaratnya sangat mudah, kontraktor cukup membawa foto copy kontrak untuk mendaftakan proyeknya kepada BPJamsostek serta membayar iuran untuk perlindungan seluruh pekerjanya

“Hal ini dilakukan untuk melindungi pekerja apabila terjadi kecelakaan kerja, mulai saat berangkat dari rumah, kecelakaan ditempat kerja maupun saat pulang kerja. Dengan jaminan dua program tersebut pekerja akan terlindungi jika terjadi musibah, mulai dari perobatan tanpa batas, santunan cacat sebagian maupun cacat total, santunan kematian bagi ahli waris jika meninggal dunia karena kecelakaan kerja maupun karena sakit, ” jelasnya

Untuk itu, lanjut Murniati, masing – masing dari OPD yang hadir pada kegiatan ini dapat membantu seluruh pekerja dari mitra binaan yang ada dibawahnya agar tercover menjadi peserta BPJamsostek

Terlebih iuran program jasa kontruksi yang dilakukan oleh penyedia jasa kontruksi itu hanya dilakukan satu kali saja, besaran iuran dihitung berdasarkan nilai kontrak setelah dikurangi PPn 10%.  Jika nilai kontrak dari pekerjaan proyek sebesar 100 juta biaya iuran hanya sebesar 0,24%, 100 – 500 juta iuran 0,19%, 500 – 1 milyar iuran 0,15%, 1 – 5 milyar iuran 0,12%, di atas 5 milyar hanya 0,10%. Sedangkan perlindungan yang diberikan oleh BPJamsostek kepada pekerja buruh lepas hingga masa perawatan dari kegiatan pekerjaan proyek

Komitmen tersebut juga akan dilakukan evaluasi secara periodik minimal enam bulan sekali terkait penyelenggaraan, keberhasilan, maupun hambatan dalam pelaksanaannya

Dalam rapat KSO ini, akan melakukan komitmen dalam setiap kegiatan proyek baik dilingkungan Pemerintahan Kota, Kecamatan, Kelurahan, Swasta dan Perorangan dengan mewajibkan penyedia jasa kontruksi untuk melakukan pendaftaran kepesertaan badan usaha dan proyek jasa kontruksi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan sebelum melaksanakan pekerjaan konstruksi

Komitmen melakukan pembinaan kepada penyedia jasa konstruksi sehubungan dengan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan disektor jasa konstruksi bagi tenaga kerja/buruh

Dari hasil kerja sama tersebut nantinya akan ditingkatkan menjadi perjanjian kerjasama (PKS) antara BPJamsostek dengan seluruh OPD Pemerintah Kota Balikpapan dan Perusahaan Swasta maupun BUMN yang memiliki proyek jasa konstruksi di seluruh wilayah Balikpapan dalam rangka peningkatan perlindungan jaminan sosial jasa konstruksi

Kerja sama antara BPJamsostek dengan OPD ini mengacu kepada peraturan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, Peraturan Daerah Kota Balikpapan No. 1 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, Permenaker No. 44 Tahun 2015 tentang Kepesertaan Pada Sektor usaha Jasa Konstruksi, Instruksi Wali Kota Balikpapan No. 4 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

“Hal ini kita lakukan untuk memberikan kenyamanan dan kesejahteraan kepada pekerja di jasa konstruksi, musibah kecelakaan dan kematian bisa datang kapanpun kepada pekerja, apalagi pekerja konstruksi dengan resiko yang tinggi, dalam hal ini negara hadir melalui BPJamsostek sebagai penyelenggara untuk melindungi seluruh pekerja, ” ungkapnya

Sebagai contoh, kata Murniati, jika pekerja jasa konstruksi kecelakaan kerja dengan mengalami cacat total tetap, pekerja/buruh akan mendapatkan santunan 70% x 80 x 2.000.000,- (Upah) = 112.000.000, Santunan berkala sebesar 200.000 x 24 bulan = 4.800.000, Beasiswa untuk 1 orang anak sebesar 12.000.000. Total yang akan diterima sebesar 128.800.000

Selanjutnya, jika pekerja/buruh meninggal dunia akibat hubungan kerja akan mendapatkan santunan sekaligus 60% x 80 x 2.000.000,- (Upah) = 96.000.000, biaya pemakaman sebesar 3.000.000, santunan berkala sebesar 200.000 x 24 bulan = 4.800.000, Beasiswa untuk 1 orang anak sebesar 12.000.000. Total yang akan diterima ahli waris sebesar 115.800.000

“Karena itu, kita membutuhkan dukungan dari OPD agar kedepannya dalam upaya memberikan perlindungan kepada pekerja dibidang jasa konstruksi ini bisa maksimal,”pungkasnya. (Fzi)