Kolaka,Radar IT – Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat dan Organisasi masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Kolaka Bersatu secara resmi melaporkan Kepala Badan Kesbangpol Pemda Kolaka ke Polres Kolaka. Kamis 23/5/19

Setelah melakukan aksi unjuk rasa kemarin Rabu 22/5/19, hari ini secara resmi Kepala badan Kesbangpol di laporkan oleh sejumlah Lsm dan organisasi masyarakat Kolaka Bersatu atas dugaan penyalahgunaan dan penyimpangan dana Pembinaan Ormas Tahun Anggaran 2018 yang diduga di salah gunakan dan menerima laporan pertanggung jawaban dari salah satu LSM yang ternyata di duga fiktif.

Ketua Lsm Gaki saat di temui media ini menjelaskan bahwa hari ini mereka secara resmi melaporkan Kepala badan Kesbangpol Abdul Haris Rahim ke polres kolaka karena diduga telah menyalahgunakaan dana pembinaan Ormas Tahun Anggaran 2018.

” Hari ini laporan resminya sudah kita masukkan dan sudah diterima Polres Kolaka.” ucap Haeruddin

Lebih lanjut haeruddin mengatakan, laporan yang di masukkan hari ini juga terkait penyimpangan dan tidak trasparansinya Kepala badan Kesbangpol kepada sejumlah lsm dan ormas yang berada di Kabupaten Kolaka.

” Dikolaka ada 14 Lsm yang sudah terdaftar dan tereverifikasi di Kesbangpol, tahun tahun sebelumnya kita dapat tapi tahun 2018 kita tidak dapat, Ada Apa ??? Atau jangan jangan ada konspirasi antara ke 5 Lsm yang mendapatkan dana tersebut dengan Kepala kesbangpol.” ungkap Haeruddin

Ternyata ke 5 lembaga lsm yg mendapatkan dana pembinaan dari kesbangpol tidak melalui forum yang resmi pada TA 2018, belum ada rapat forum ! kami duga ada rapat terselubung.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Kolaka Abdul Haris Rahim saat di konfirmasi via telepon mengatakan silahkan dilaporkan sampai ke mana, nanti kita tahu siapa yang bersalah saya atau mereka.

” Silahkan di lapor sampai di mana, apa saya menyelewengkan atau tidak.” ucapnya

Lebih terang Abdul Rahim menjelaskan, pencairan dana Pembinaan TA 2018 secara LS, artinya mereka bekerja dulu baru buat laporan pertanggung jawabannya baru kita cairkan dananya melalui rekening masing masing LSM.

Ditanya soal laporan salah satu LSM yang di duga fiktif kepala kesbangpol dengan tegas membantah laporan tersebut.

” Itu tidak benar, tidak ada yang fiktif. Ya kalau orang tidak dapat roti segala macam cara dia carikan kita kesalahan.” bantah Abdul Rahim

Menurutnya, Tahun 2016 – 2017 mereka sering datang dikantor dan kita sudah sampaikan tahun 2018 ada anggaran dana pembinaan, justru tahun 2018 mereka tidak pernah muncul. Jadi awal persoalannya seperti itu. Tutup Haris. (Andri)