PhotoCollage_1580016645826-700x400

Masyarakat Desa Pohea Sepakat Boikot Aktifitas Perkantoran

Kepsul Radar Investigasi – Masyarakat Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) telah bersepakat untuk memboikot aktifitas perkantoran menuju kantor Bupati.

Kesepakatan tersebut disebabkan oleh masyarakat sudah sangat dengan pembangunan rumah ibadah mesjid An Nur Desa Pohea, sampai saat ini tidak diselesaikan bahkan diketahui telah gagal kontruksi.

Padahal pembangunan mesjid tersebut dikerjakan telah menelan anggran Negara sebayak 4,3 milyar. dengan 4 tahap yaitu tahun 2015, 2016, 2017, 2018 serta 2019.

Ketua aliansi masyarakat Desa Pohea Ariyanto Kaunar mengatakan, untuk menuntaskan permasalahan pembangunan mesjid langka satu satunya adalah menggelar aksi besar besaran.

Untuk itu, lanjutnya dirinya mengajak masyarakat agar menuntaskan kasus dugaan korupsi mesjid tersebut dengan langkah harus diambil adalah yaitu memboikot seluruh aktifitas perkantoran.

“Kita berkomitmen untuk bersatu gelar aksi demo serta memboikot seluruh aktifitas perkantoran selama masalah mesjid itu belum selesai,” ajak Ariyanto yang disepakati bersama sejumlah masyarakat pada dialog pembangunan mesjid An Nur Desa Pohea Sabtu (25/1/2020) malam.

Terpisah, hal yang sama juga dikatakan oleh tokoh masyarakat Desa Pohea Karwan Kaunar permasalahan mesjid adalah tanggung jawab seluruh umat karena menyangkut dengan rumah ibadah.

Apalagi kata dia, mesjid tersebut berada dipusat perkontoran Bupati, maka mari sama- sama satukan hati dan berkomimetmen serta menyatakan sikap unntuk sama- sama gelar aksi massa demi mengawal pembangunan mesjid hingga selesai .

“Saya nyatakan sikap apa yang disepakati bersama pada malam ini untuk menutaskan mesjid pohea kita turun jalan untuk demo besar besaran,” tutupnya. (R)