Mengaku Jaksa dari Namlea, Ternyata Gadungan

Piru, Radar Investigasi.com – Aksi penipuan kembali dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan mengatas namakan sebagai anggota kejaksaan negeri Namlea. Hal itu dilakukan oleh La Ode Fahmi Kaimuddin (34) Alamat Jalan Baru, Namlea, Kabupaten Buru Utara

PhotoPictureResizer_200303_195507495-700x400

Sebelumnya pelaku melancarkan aksi penipuan terhadap bendahara Alokasi Dana Desa ADD Desa Iha dengan mengatas namakan anggota Kejaksaan dengan berdalih dengan tujuan ingin membantu bendahara DD & ADD untuk memeriksa laporan Anggaran Dana Desa sebelum turun rekan rekannya yang akan mengaudit Di Desa Iha

PhotoPictureResizer_200303_195454137-700x400

Selain itu, Seorang wanita asal Desa Iha juga turut menjadi korban dari aksi penipuan La Ode, yang mengatasnamakan anggota kejaksaan, sehingga berhasil menikahi wanita tersebut.

Informasi yang didapatkan dari Bendahara Desa Iha,Yusup Patihua, di Piru Pekan kemarin ,bahwa akan ada pemeriksaan ADD dan DD desa dari Kejaksaan Negeri Namlea, dari informasi tersebut warga Desa Iha menaruh curiga, dan langsung menyelediki kebenaran bahwa apakah betul ada pemeriksaan dari kejaksaan.

Namun setelah dikoordinasi dengan salah seorang wartawan asal, Desa Iha Doddy Kaisupy, dan temanya Ondi RM, melalui via seluler, kemudian mereka pun menanyakan kepada pihak Kejaksaan Negeri SBB dan informasi yang didapatkan bahwa tidak ada pemeriksaan yang mengatasnamakan kejaksaan. Jikalau ada itupun dari pihak kejaksaan SBB, bukan dari kejaksaan Namlea, karena bukan wilayah kerja kejaksaan namlea untuk memeriksa, dan mengaudit.

Langkah yang diambil oleh warga Desa Iha, setelah mendengar penjelasan tersebut lansung melaporkan kepada pihak yang berwajib untuk segera mengamankan pelaku yang sedang melakukan aksi penipuan di Dusun Luhulama, Desa Iha.

Bhabinkamtibmas menerima laporan dari warga Iha atas nama Hairul kaisupy yang saat itu manuruh kecurigaan terhadap seseorang yang mengatasnamakan dirinya anggota Kejaksaan Namlea yang telah melancarkan aksi penipuannya ke Raja Desa Iha dan Bendahara ADD Desa Iha, bhabinkamtibmas pun bersama dua anggota Polsek Huamual bergerak mengamankan tersangka yang saat itu telah diamankan dan hampir dikeroyok warga.

Adapun barang bukti yang disita Polsek Huamual Kab.Seram Bagian Barat ( SBB) Maluku yakni Sebuah Aidikard Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) atas nama Hastino Tomia, Sebuah Topi BPAN,Sebuah Papan Nama dengan Logo Kejaksaan,Sebuah Tas dngan lambang Kabupaten Buru,
Sebuah dompet kosong, dan Sebuah HP android Samsung J2 Prime.

Reporter fer(*)