IMG-20191115-WA0034-700x385

Merasa Dirugikan Lewamena FC Layangkan Protes

Kepsul Radar IT – Manajemen Lewamena FC melayangkan protes kepada panitia turnamen sepak bola Wai Ipa Cup. Pasalnya, panitia mendiskualifikasi kemenangan 2-0 yang diraih mereka saat menjamu tim Garuda pada, Kamis (14/11/2019)

Hal ini akibat kerincuan yang terjadi antara kedua pemain di ujung laga babak kedua. Alhasil, pertandingan yang tersisa beberapa menit tersebut tidak lagi dilanjutkan tanpa fluit panjang dari wasit yang memimpin pertandingan.

Insiden ini juga yang membuat tim Lawamena di hukum dengan mengurangi skor 2-0 menjadi 0-0 sehingga kedua tim sama-sama mengemas 1 poin. Hukuman terhadap Lawamena itupun berbuntut panjang. Manajemen dan Official merasa dizalimi dengan keputusan panitia.

Manajer tim Lewamena FC, Jailan Sibela menuturkan, keputusan panitia dianggap tidak memenuhi rasa keadilan. Sebab, lanjut Jailan dalam aturan PSSI yang mereka pahami tidak ada sanksi yang di jatuhkan dengan menghilangkan skor gol yang sudah disahkan oleh wasit saat pertandingan.

“Opsi yang panitia ajukan itu juga tidak disertai dengan dasar hukumnya, ini yang kita pertanyakan, “kata Jailan, Kamis (14/11) Malam.

Dia mengungkapkan dalam sidang yang berlangsung beberapa hari paska pertandingan, panitia yang terdiri dari wasit dan salah satu panitia memberikan dua opsi kepada Official Lewamena yakni skor pertandingan berakhir imbang 0-0 kemudian opsi kedua yakni kedua kesebelasan akan di diskualifikasi dari pertandingan Wai Ipa Cup IIi dan turnamen Wai Ipa selanjutnya.

Meski begitu lanjut Jailan, dirinya tidak memilih dua opsi itu, dia justru mengajukan opsi dengan melanjutkan waktu sisa pertandingan yakni 4 menit dengan dengan skor tetap 2-0.

“Sementara dua pemain yang terlibat dalam insiden itu sanksinya kembali ke wasit, “katanya.

Untuk itu, lanjut Jailan, pihaknya meminta keadilan dari panitia yang mengacu pada aturan. Apalagi kata Jailan, pengaturan skor juga bisa di pidanakan sesuai dengan UU nomor 11 tahun 1980 tentang tindak pidana suap tertera dalam pasal 2 sampai 5.

“Merubah skor pertandingan sama dengan melakukan penipuan dikenakan pasal 378 KUHP juncto pasal 5 pasal 12 huruf a dan b, jadi kami berharap ada keadilan, dan kami minta panitia juga menyertai dengan aturan menghilangkan skor itu ada dalam aturan resmi atau tidak, “tegasnya.

Apalagi lanjutnya, keputusan tersebut juga merugikan pihaknya karena tidak ada fluit panjang. “Pertandingan itu mestinya kalau selesai itu harusnya dengan fluit panjang, tapi, setelah kejadian itu kita tunggu sampai malam wasit tidak meniup fluit tiba-tiba kita dipanggil ikut sidang, ini yang kita pertanyakan, “pungkasnya. (Rs)